Wujudkan Kemandirian Produksi Enzim Protease, KKP Teliti Bakteri Brevibacillus Thermoruber

177

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) meneliti bakteri Brevibacillus thermoruber sebagai penghasil enzim protease untuk kebutuhan industri.

Bakteri Brevibacillus thermoruber dipilih karena laporan penelitian tentang bakteri ini sebagai penghasil enzim protease belum banyak.

“Bakteri penghasil protease optimum pada suhu 45-60Ā°C. Optimum di PH 6. Pemancing substrate yang paling bagus adalah keratin. Keratin akan membuat bakteri tersebut menghasilkan enzim dengan aktivitas yang sangat tinggi,” ujar peneliti Dewi Seswita Zilda saat Learning Session yang bertempat di Kantor Balitbang KP Ancol, Jakarta, Jumat (25/11).

Tujuan utama penelitian ini yaitu menciptakan kemandirian produksi enzim protease untuk kebutuhan industri dalam negeri yang semakin meningkat 4-6% per tahunnya. Hal ini disadari oleh KKP sebagai peluang untuk memproduksi sendiri enzim protease tanpa harus impor ke negara lain.

“Kenapa protease, karena permintaan industri untuk enzim protease di dalam negeri mencapai 60% dibanding enzim-enzim lainnya. Kebutuhan protease sekarang masih impor. Belum ada industri protease yang survive sampai saat ini dan memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ungkap Dewi.

Mengenai kegunaan enzim protease sendiri, Dewi mengungkapkan pengaplikasian enzim ini sangat luas. Aplikasi enzim protease di antaranya dapat digunakan sebagai bagian dari obat anti kanker, campuran makanan dari kedelai untuk menghilangkan rasa pahit, bahan campuran detergen untuk menghilangkan kotoran yang di dalamnya terdapat protein, melembutkan daging, dan sebagai pemanis.

Dalam sektor perikanan, lanjut Dewi, protease yang diaplikasikan dengan keratin dapat dimanfaatkan untuk Hidrolisat Protein Ikan (HPI).

“Dalam perikanan adalah untuk Hidrolisat Protein Ikan (HPI), yaitu untuk meningkatkan daya cerna protein. HPI ini nantinya akan ditambahkan ke bahan-bahan lain sehingga dapat meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat,” ujar Dewi. (RA)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments