Upaya Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp8,5 Miliar Berhasil Digagalkan

85
Dok. Humas BKIPM

KKPNews, Jakarta – Sebanyak 57.208 benih lobster senilai Rp8,5 miliar berhasil digagalkan pemerintah. Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menangkap 10 tersangka terkait tindak pidana jual-beli benih lobster ilegal.

“Nilai yang berhasil diselamatkan oleh Polri terkait kasus ini adalah Rp8,5 miliar,” ujar Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri AKBP Parlindungan Silitonga di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Penyelidikan tersebut bermula dari informasi terkait aktivitas di gudang benih lobster di daerah Lampung. Kemudian, aparat bersama Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Provinsi Lampung menggerebek gudang tersebut pada Rabu (7/8).

“Bibit lobster itu ditempatkan di dalam kotak-kotak yang sudah disediakan para pelaku dan ditaruh di gudang persembunyiannya beserta alat packing di sebuah gudang di wilayah Lampung,” ujar Parlindungan.

Di gudang tersebut, polisi mengamankan YB (49), M (50), F (35), dan S (41). Setelah itu, terlihat sebuah mobil mendekati gudang tersebut. Polisi pun menggerebek mobil itu dan menangkap J (34), JA (25), II (22), TP (18), dan T (21). Kemudian, tim menangkap HG (45) di gudang lainnya yang berlokasi tak jauh dari lokasi sebelumnya.

Bibit lobster tersebut dijual dengan harga sekitar Rp100.000-Rp 150.000. Para tersangka menjual bibit lobster ke Singapura dan Malaysia. Para tersangka disangkakan Pasal 88 jo Pasal 16 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukuman bagi para tersangka yaitu penjara maksimal 6 tahun dengan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terganggu (50.0%)
  • Sedih (25.0%)
  • Senang (25.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Takut (0.0%)

Comments

comments