Tutup Tahun 2015, Pemerintah Tenggelamkan 10 Kapal Illegal Fishing

440

KKPNews, Jakarta – Menutup 2015, pemerintah melalui Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Illegal atau Satgas 115, kembali melakukan penenggelaman kapal illegal fishing. Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Satgas 115, Laksamana Madya TNI Widodo menginstruksikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera menenggelamkan 10 kapal di empat lokasi berbeda. Pelaksanaan penenggelaman disiarkan dengan video streaming dari empat lokasi.

Penenggelaman kapal ini dinilai sebagai upaya pemusnahan barang bukti tindak pidana perikanan yang dilakukan oleh unsur pengamanan dari TNI AL. Kesepuluh kapal asing yang ditenggelamkan, diantaranya di Perairan Belawan, Medan, Sumatera Utara (1kapal), Perairan Tarempa, Batam, Kepulauan Riau (1 kapal), Tarakan, Kalimantan Utara (2 kapal), serta Tahuna Sulawesia Utara (6 kapal). “Laksanakan tenggelamkan dengan hitungan mundur,” kata Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya Widodo lewat sambungan telepon, di Gedung Mina Bahari I, KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (31/12).

Penenggelaman diawali dari Belawan satu kapal asal Malaysia, kemudian dilanjutkan di Tarempa satu kapal asal Malaysia. Berselang beberapa menit dua kapal asal Filipina ditenggelamkan di Tarakan dan enam kapal berbendera Indonesia di perairan Tahuna. “Mereka rata-rata membawa ikan segar. Semua sudah selesai ditenggelamkan,” terang Widodo.

Dengan ditenggelamkannya 10 kapal pada hari ini, maka bertambah pula jumlah kapal yang berhasil ditenggelamkan sepanjang 2015 menjadi 117 dari total sebelumnya 107. “Kegiatan terakhir tahun 2015 ini adalah target kita dari satgas illegal fishing. Total sebelumnya itu 107, jadi total yang sudah ditenggelamkan oleh satgas ini adalah 117 kapal kapal di 2015”, tambahnya.

Penenggelaman kapal ini merupakan salah satu aksi nyata yang dilakukan pemerintah dalam memberantas Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing di perairan Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah  untuk terus mendorong terwujudnya misi Pembangunan Nasional 2015-2019, yaitu menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang merupakan salah satu amanat Presiden Indonesia Joko Widodo.

(MD/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments