Tulungagung Catatkan Rekor Pecel Lele Terpanjang

1199
Pemecahan rekor Muri penyajian pecel lele terbanyak dan terpanjang di Tulungagung, Kamis (12/11/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko)

TULUNGAGUNG — Ribuan warga Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (12/11/2015), mengolah 10.360 ekor ikan lele untuk disajikan menjadi 5.180 porsi pecel lele khas wilayah itu. Setelah dihidangkan di meja, 5.180 porsi pecel lele khas Tulungagung itu mencapai 1,3 kilometer panjangnya.

Dengan catatan yang angkanya begitu spektakuler tersebut, sajian hidangan itu berhasil mencatatkan rekor penyajian pecel lele khas Tulungagung terpanjang dan terbanyak. Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) pun menganggap hidangan pecel lele warga Desa Gondosuli, Gondang, Tulungagung itu layak dicatat sebagai rekor baru.

Kantor Berita Antara di Tulungagung melaporkan penetapan rekor penyajian pecel lele terpanjang itu dilakukan Manajer Muri Sri Widayati. Piagam rekor diserahkan kepada Bupati Tulungagung Syahri Mulyo setelah melakukan verifikasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB.

“Ini salah satu rekor sajian terpanjang untuk kategori makanan pecel lele khas Tulungagung,” terang Sri Widayati seusai penyerahan piagam rekor Muri di panggung terbuka Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang, Tulungagung.

Berdasar hasil verifikasi faktual di lokasi kegiatan, jumlah masakan lele yang disajikan di meja bersusun sepanjang 1,3 kilometer tersebut tercatat sebanyak 10.360 ekor atau sebanyak 5.180 porsi pecel lele. Setelah dilakukan penilaian dan dinyatakan lolos pemecahan rekor Muri nomor 7.180, ribuan hidangan pecel lele tersebut kemudian disantap beramai-ramai oleh ribuan warga dan pelajar yang telah lama mengantri.

Menurut Syahri Mulyo, acara makan gratis pecel lele yang digelar masyarakat Gondosuli itu difasilitasi langsung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Tulungagung.

Tiga Misi
Bukan sekedar mencari sensasi dengan mencatatkan kegiatan itu dalam buku rekor Muri, menurutnya pesta pecel lele khas Tulungagung itu memiliki tiga misi utama. Pertama sebagai wujud syukur atas keberhasilan warga Desa Gondosuli sebagai kampung minapolitan ikan lele dengan produksi mencapai 20-30 ton per hari, serta kedua untuk mempromosikan program peningkatan gizi kepada masyarakat. “Ketiga yang tak kalah penting adalah untuk memasyarakatkan pecel lele khas Tulungagung yang disajikan menggunakan kuah santan pedas,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, dalam pidato sambutannya, Syahri Mulyo langsung menginstruksikan ke Bagian Umum Pemda Tulungagung agar rutin menyediakan sajian pecel lele khas daerah setempat di pendapa kabupaten. “Itu supaya kuliner pecel lele Tulungagung lebih memasyarakat dan dikenali masyarakat daerah luar,” ujarnya.

Desa Gondosuli yang terletak di sebelah barat Kota Tulungagung selama ini dikenal sebagai sentra minapolitan ikan lele. Volume produksi ikan lele dari daerah ini menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tulungagung mencapai antara 20ton-30 ton per hari atau menguasai 30% pasar Jawa Timur.

Sumber: JIBI/Solopos/Antara/Madiun Pos/Harian Jogja

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments