Tujuh Taman Nasional Akan Dialihkan ke KKP dari KHLK

3964
google

Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan ada tujuh taman nasional yang akan diserahkan pengelolaannya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada KKP.

Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja mengatakan peralihan taman nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup meliputi spesies dan pegawai yang bekerja di tujuh taman nasional.

“Beberapa taman nasional di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan beralih ke KKP. Kita punya kawasan baru, ada tujuh diserah terimakan. Termasuk spesies langka yang tadinya menjadi tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup kini ke KKP termasuk personel ada 800 orang dan akan segera berpindah,”  kata Sjarief Widjaja, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (26/10/2015).

Ada pun tujuh taman nasional yang akan diserahkan ke KKP adalah Taman Nasional Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), TMN Karimun Jawa (Jawa Tengah), TMN Bunaken (Sulawesi Utara), TMN Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Taman Nasional Kepulauan Togean (Sulawesi Tengah), Taman Nasional Taka Bonerate  (Sulawesi Selatan), TMN Teluk Cenderawasih (Papua Barat).

Sementara itu Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan KKP Agus Dermawan mengatakan pembicaraan untuk penyerahan taman nasional ke KKP telah berlangsung lama sejak 2000. Salah satu kendala sehingga penyerahan alot adalah menunggu revisi Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990.

“Terakhir ada surat dari  Sekretaris Kabinet (Seskab) yang memberikan fatwa agar tidak perlu menunggu revisi UU Nomor 5. Bulan Juli kemarin di pertemukan dalam kegiatan penyelamatan sumber daya alam di KPK dan clear dalam pertemuan dengan KPK agar segera di alihkan taman nasional”. Salah satu penyebab alotnya pembahasan adalah mengenai nasib 800 orang yang bekerja di taman nasional. Dia memastikan, tidak ada persoalan terkait nasib ratusan karyawan. Nantinya karyawan berada di bawah kendali KKP. Dia juga menegaskan bahwa keberadaan nasional harus mendukung upaya dari KKP untuk menggenjot produktivitas hasil laut.

“Tujuan utama adalah aspek perlindungan hayati. Konservasi harus mendukung produktivitas perikanan. Disana kan ada mangrove, terumbu karang. Semua itu adalah habibat ikan. Konservasi harus mendukung produksi,” tegasnya. KKP menargetkan penyerahan secara formal rampung  2016 .

“Sekarang yang dibicarakan adalah berita acara. Bagaimana terkait struktur. Yang penting tidak menurunkan layanan. Tahun 2016 diharapkan dilaksanakan,” harapnya. (Sgd/DS)

Sumber: KBRN

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Takut (80.0%)
  • Senang (20.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments