Tinjau Pengolah Ikan di Semarang, Komisi IV DPR RI Dorong Hilirisasi di Sektor Kelautan dan Perikanan

79
Kunjungan kerja anggota Komisi IV DPR RI dan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke UKM pengolahan ikan UD Putri Laut di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/7). Dok. Humas PDSPKP

KKPNews, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI bersama dengan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengunjungi UKM  pengolahan ikan di Jalan Purwosari VI, Tambakrejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya Usaha Dagang (UD) Putri Laut pada Selasa (2/7).  Kunjungan Kerja spesifik ini merupakan bagian dari pengawasan terhadap kesejahteraan dan mutu produk perikanan yang dihasilkan oleh pengolah ikan skala mikro kecil dan menengah.

Ketua Tim Komisi IV DPR RI,  Daniel Johan, mengungkapkan bahwa  Indonesia dengan segala potensi dan dukungan sumber daya alamnya seyogianya bisa menjadikan negara ini sebagai kekuatan pangan dunia.  Salah satu cara untuk mencapai cita-cita tersebut adalah dengan mendorong hilirisasi di sektor kelautan dan perikanan.

“Ikan jangan hanya diekspor sebagai  bahan baku tapi harus sudah diolah terlebih dahulu sehingga nilai tambahnya bisa dinikmati di dalam negeri,” ungkap Johan.

 Johan menambahkan, Semarang adalah salah satu contoh hilirisasi di mana yang sudah dikenal baik dengan olahan ikan bandeng prestonya yang telah menjadi ikon Kota Semarang.  Daniel juga menaruh harapan agar bandeng presto bisa naik kelas dengan diekspor ke luar negeri sehingga bisa menambah devisa negara.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga KKP, Suseno Sukoyono, yang turut serta dalam rombongan menyampaikan bahwa produk keluatan dan perikanan tidak asing untuk masyarakat  Jawa Tengah. Hal ini ditunjukan dengan adanya 10.102 unit pengolahan ikan skala mikro kecil dan menengah, salah satunya UD. Putri Laut.

“Sebagai bentuk dukungan pengembangan pengolahan perikanan, sejak tahun 2015 – 2018 Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) telah memberikan bantuan ke Provinsi Jawa Tengah dengan total anggaran sebesar Rp30,3 miliar. Bantuan itu digunakan untuk pembangunan cold storage, sentra pengolahan,  sentra kuliner, hingga bantuan chest freezer,” ungkap Suseno.

Sementara itu, pemilik UD. Putri Laut, Suhartono, secara singkat menjelaskan perkembangan usaha yang dirintisnya sejak tahun 2002 sampai sekarang.  Suhartono menjelaskan bahwa pada awal berdirinya, UD. Putri Laut menghasilkan produk aneka ikan goreng crispy antara lain udang, wader,  cumi cumi,  baby fish,  dan ikan terbang.

“Beberapa bulan ini kami juga membuat bandeng presto dan Alhamdulillah ternyata laku dan disukai oleh konsumen,” terang Suhartono.

Suhartono juga mengungkapkan bahwa kemajuan usahanya tidak lepas dari bantuan yang  diberikan oleh pemerintah, baik itu berupa pembinaan dan pelatihan serta bantuan alat-alat pengolahan. Satu hal yang membanggakan adalah UD. Putri Laut sudah berhasil mendapatkan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Setelah mendapatkan SKP, ke depan kami juga akan mengajukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk yang kami hasilkan. Untuk itu, kami harapkan bimbingan dan bantuan dari pemerintah terkait kepengurusan SNI ini,” ungkap Suhartono.

Pada kunjungan kali ini, para Anggota Komisi IV DPR RI berkesempatan melakukan dialog dengan UKM pengolah ikan Kota Semarang.  Dari dialog ini dapat disimpulkan bahwa UPI Mikro-Kecil Kota Semarang memerlukan pendampingan yang lebih intensif dan koordinatif terkait perizinan, seperti: Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP),  MD (BPPOM),  Halal (MUI),  PIRT (Dinkes),  serta HACCP (KKP) dan HC (KKP) untuk UPI yang  akan melakukan ekspor.  Acara kunjungan ditutup dengan peninjauan ke proses produksi UD. Putra Laut. (Humas PDSPKP)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments