Tim Pengawas Terpadu Perikanan Yogyakarta Akan Turun ke 17 Titik

39
Dok. SKIPM Yogyakarta

KKPNews, Sleman – Guna memastikan mutu dan keamanan ikan yang beredar di pasaran, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta membentuk tim terpadu dengan melibatkan berbagai instansi perikanan dan perdagangan.

Kepala SKIPM Yogyakarta Hafit Rahman mengatakan, tim terpadu ini nantinya akan melakukan pengawasan ikan yang beredar di wilayah Yogyakarta melalui inspeksi rutin dan pengambilan sampel untuk diuji dari sejumlah pasar.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu, keamanan, dan kualitas produk perikanan yang akan dikonsumsi masyarakat. Menurut Hafit, sebelumnya SKIPM Yogyakarta sudah pernah membentuk tim terpadu, namun instansi yang dilibatkan tidak sebanyak tahun ini.

“Jumlah instansi dari pemerintahan yang kami libatkan ada 13 lembaga baik dari level Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun kabupaten dan kota, semua ada perwakilan. Harapannya nanti lebih mudah menjalankan tugas di lapangan,” ungkapnya sebagaimana tertulis dalam siaran pers SKIPM Yogyakarta, Jumat (25/1).

Hafit mengatakan, koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat telah dimulai sejak Senin (21/1) lalu. Tim pengawasan terpadu sudah mulai melakukan sosialisasi dan membicarakan rencana kegiatan pengawasan mutu ikan domestik. Hal ini berpedoman pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Sementara itu, Kasubsi Pengawasan Pengendalian dan Informasi SKIPM Yogyakarta Haryanto menuturkan, pengawasan mutu domestik pada 2019 direncanakan menyasar 17 titik pemantauan. Titik-titik ini tersebar di sejumlah pasar tradisional, pasar modern, distributor ikan, dan pelabuhan perikanan pantai.

Di lokasi tersebut, tim akan mengambil sampel, melakukan pemeriksaan di lapangan dan laboratorium, termasuk menilai kelayakan sarana dan prasarana di lokasi.

Pada 2018 lalu, SKIPM Yogyakarta telah mengambil sampel di 12 titik lokasi. Tidak ditemukan formalin dan zat berbahaya lainnya sehingga produk perikanan tersebut aman dikonsumsi. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments