Tim Gabungan Amankan 811 Ekor Belangkas dari Kapal Mencurigakan

164
Dok. beritasatu.com

KKPNews, Tanjungbalai – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Tanjungbalai Asahan bersama Satpolair Polres Tanjungbalai dan Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan belangkas.

Temuan tersebut berawal dari patroli rutin yang dilakukan personel UPT BKIPM TBA, Polair dan PSDKP TBA di perairan Selat Malaka dan Sungai Asahan yang melihat sebuah kapal tanpa awak mencurigakan dan dilakukan pemeriksaan.

Belangkas atau kepiting ladam yang bernama latin “tachypleus tridentatus” ditemukan dari sebuah kapal motor yang sandar di tangkan Sri Muara berlokasi di Jalan Garuda, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai, Jumat (22/2).

Kasat Polair Polres Tanjungbalai AKP Agung Basuni menjelaskan, sebelumnya pihaknya mendapat informasi dari masyarakat ada kapal bermuatan yang mencurigakan.

Selanjutnya, KBO Sat Polair bersama sejumlah personel dengan menggunakan kapal patroli KP II -2027 dan Speed KP II-2004 serta petugas UPT BKIPM TBA dan PSDKP bersama-sama melakukan penindakan terhadap kapal tersebut.

AKP Agung Basyuni mengaku belum mengetahui siapa oknum yang berani melakukan pelanggaran tersebut. Namun pihaknya akan melakukan penyelidikan.

“Kami akan tetap melakukan penyelidikan siapa orang yang berani melakukan pelanggaran terhadap penangkapan dan dugaan upaya penyelundupan satwa yang dilindungi itu,” ujarnya.

Kepala UPT BKIPM TBA, Sondang Sitorus didampingi Kasat Polair Polres Tanjungbalai AKP Agung Basuni, SH, SIK dan Kepala PSDKP TBA Denggan Sagala di Tanjungbalai, Sabtu (23/2), membenarkan temuan belangkas yang disimpan dalam wadah fiber tersebut.

Dari hasil penyelidikan tersebut, ditemukan sebanyak 811 ekor belangkas dengan rincian 573 ekor dalam keadaan mati dan 238 ekor masih hidup.

“Satwa langka itu disimpan dalam delapan unit fiber yang ditutupi terpal sebagai muatan kapal motor bertonase 10 ton, bermesin dompeng tersebut. Dan diduga akan dikirim keluar negeri,” jelasnya.

Sebagai informasi belangkas merupakan satwa yang dilindungi, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang diturunkan ke dalam Permen KLHK Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Belangkas, atau Mimi Mituno dalam Bahasa Jawa, adalah komoditas langka yang banyak diburu sejumlah negara Asia Tenggara untuk dikonsumsi.

Sondang pun menegaskan satwa tersebut tidak bileh ditangkap ataupun diperdagangkan.

“Belangkas merupakan satwa yang dilindungi sehingga tidak diperbolehkan menangkap, memperdagangkan dan atau mengedarkan. Belangkas yang masih hidup akan dilepasliarkan ke habitanya,” tutupnya.

Adapun barang bukti berupa Belangkas yang masih hidup dilepasliarkan di Laut Asahan, sedangkan sisanya diamankan di kantor SKIPM Tanjung Balai Asahan. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Marah (50.0%)
  • Terhibur (50.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments