Terumbu Karang Kepulauan Yapen Marak Dijual di Pasar Tradisional

1832
ilustrasi - google.com

Jayapura – Terumbu karang di sekitar perairan Laut Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, marak dipasarkan oleh mama-mama (ibu-ibu) pedagang di daerah itu di pasar tradisional setempat.

“Sudah lama sekali mama-mama pedagang Serui, ambil terumbu karang itu dengan cara dicabut lalu diisi dalam karung kemudian diangkut ke pasar untuk dijual, kata Yehud Ataruri, salah seorang tokoh masyarakat warga Serui ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Kamis.

Yehud menjelaskan, terumbu karang itu marak dipasarkan karena pembeli membelinya kemudian meghaluskannya untuk selanjutnya diolah dengan cara dibakar menjadi kapur buah pinang/pencampur buah sirih dan pinang ketika buah pinang dikunyah.

Menurut dia, terumbu karang yang dicabut itu dijual per tumpuk dengan kisaran harga dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000. “Mama-mama pedagang ini mencabut lalu mengisinya ke dalam karung, lalu dipilah-pilah kemudian dijual per tumpuk di pasar,” katanya.

Dia mengatakan, aktivitas pencabutan terumbu karang di laut oleh mama-mama pedagang itu sudah berlangsung lama namun tidak ada teguran dari pemerintah setempat, dan terkesan dibiarkan.

“Pencabutan terumbu karang laut itu sudah berlangsung lama, tapi tidak ada teguran dari pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujarnya.

Mengacu pada kondisi itu, Yehud meminta pemerintah setempat berupaya mendorong sebuah peraturan daerah (perda) khusus yang mengatur tentang perlindungan kekayaan alam, termasuk terumbu karang karena itu tempat bermainnya ikan.

“Minimal ada peraturan daerah khusus yang dibuat oleh Pemerintah Daerah untuk memproteksi dan melindungi kekayaan alam yang ada agar tidak dirusak,” tambahnya.

/PCN

Antara / Berita satu

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments