Tersangka Dwelling Time Jadi Enam Orang ? Bos Importir Garam Ditahan

177

Suara Merdeka, JAKARTA –


Tersangka kasus dugaan suap dan korupsi terkait pengaturan
bongkar-muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi
enam orang.

Tersangka keenam adalah Direktur Utama PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA)
Tjindra Johan. Perusahaan itu merupakan pengimpor garam. Tjindra Johan
ditahan Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9). Dia menyerahkan diri setelah
ditetapkan sebagai buron.

Lima tersangka lainnya adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri
(Daglu) Kementerian Perdagangan (nonaktif) Partogi Pangaribuan; Kasubdit
Fasilitas Ekspor dan Impor Ditjen Daglu Kemendag Imam Aryanta; staf honorer
Daglu Musafa; Direktur PT Rekondisi Abadi Jaya, Hendra Sudjana; dan Direktur
PT Garindo Sejahtera Abadi, Lusi Maryati.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono
mengungkapkan, Tjindra diduga mengetahui dan menyetujui penyuapan oleh
Lusi Maryati dalam pengurusan surat persetujuan impor (SPI) agar mendapat
kuota impor 122 ribu ton garam sesuai pengajuan PT GSA.

Rp 350 Juta

PT GSA diduga mengirim uang 35 ribu dolar Singapura (sekitar Rp 350 juta)
kepada Lusi melalui Hendra untuk Partogi yang diserahkan melalui Imam
Aryanta. Menurut Mujiono, Partogi memenuhi permintaan PT GSA dengan
menerbitkan SPI 116.375 ton pada Juli 2015.

Semula, PT GSAyang mengklaim paling banyak menyerap garam hanya
mendapat kuota impor 70 ribu ton. Tjindra dijerat Pasal 5 ayat (1) a, b,
dan/atau Pasal 13 Undangundang Nomor 20 Tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dia mengatakan, berkas perkara lima tersangka lain telah dilimpahkan ke
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk diteliti. Penyidik masih menunggu petunjuk
jaksa peneliti menyangkut kelengkapan berkas perkara itu. (K24-59)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments