Temukan Bakteri pada Ikan saat Sidak, BKIPM Tarakan Minta Masyarakat Waspada

26
Dok. Humas BKIPM

KKPNews, Tarakan – Setidaknya dalam kurun waktu setahun, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan bersama instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdakop) dan UMKM serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah melakukan empat kali inspeksi mendadak di tiga pasar tradisional yang ada di Tarakan, yakni Pasar Gusher, Pasar Tenguyun dan Pasar Beringin.

Sebanyak lima jenis sampel hasil laut yang dibawa seperti Ikan Bawal, Ikan Layang, Udang, Ikan Bandeng dan ikan kering di setiap pasar. Selanjutnya, dilakukan uji 7 bahan berbahaya. Di antaranya, Organoleptik, Pengujian Mikrobiologi (TPC /ALT, Coliform, E. colli, salmonella), TVB dan Histamin (khusus untuk ikan tongkol, cakalang, layang) dan uji  formalin.

Kepala BKIPM Tarakan, Umar melalui Kepala Seksi Tata Pelayanan, Jonison mengatakan, dari sidak ini, ditemukan hasil laut mengandung Salmonella, yaitu bakteri enterobakteria Gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan demam tifoid, demam paratipus, dan keracunan makanan. “Cuma kan tindak lanjutnya, harus disampaikan ke Pemda. Kita lakukan sidak ke pasar-pasar ini dalam rangka menindaklanjuti Inpres No. 01 Tahun 2007 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,” ujarnya, Jumat (25/10).

Jonison menjelaskan, ada beberapa bakteri yang paling diantisipasi, seperti jenis ikan layang yang dibawa dari Malaysia, disebabkan masuknya tidak resmi. Sehingga tidak dilakukan pemeriksaan kandungan ikan. “Dikhawatirkan ikan jenis ini menganudng bahan pengawet formalin atau bakteri berbahaya,” terang Umar.

Namun, untuk bahan formalin, biasanya sudah ada bawaan dari ikan itu sendiri dan kandungannya masih tidak membahayakan untuk manusia, karena ada ambang batasnya. “Salah satunya formalin, kalau salmonella itu bisa buat sakit perut. Kalau salmonella itu, kesegaran ikannya tidak dijaga, sudah tidak terlalu segar, es tidak ada dan pasarnya yang kurang higienis,” tuturnya.

Umar menegaskan, pihaknya akan menyampaikan hasil sidak ke Pemda, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM. Selanjutnya, tinggal menunggu tindakan terkait hasil sidak yang dilakukan oleh Pemda.

BKIPM Tarakan juga akan melakukan pertemuan dengan Pemkot dan instansi terkait lainnya. Menunggu hasil sidak terakhir, yang dilakukan awal Oktober lalu sudah diterima. Jadi, hasil dari empat kali sidak yang dilakukan BKIPM, menjadi bahan rekomendasi yang dilaporkan ke Pemkot Tarakan. “Tunggu hasil sidak keempat keluar dan momen yang pas. Apakah dari pusat juga hadir nanti,” katanya.
“Kepada masyarakat, untuk waspada terlebih dahulu. Masak ikan secara higienis dan pastikan matang,” tutupnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments