Tekan Penangkapan Benih Lobster, SKIPM Bandung Tingkatkan Pengawasan dan Sosialisasi Terhadap Nelayan

32
Dok. BKIPM

KKPNews, Bandung – Maraknya penyelundupan benih lobster di berbagai wilayah, membuat Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Bandung terus berupaya meningkatkan pengawasan. Hal tersebut diungkapkan Kepala SKIPM Bandung, Dedy Arief Hendriyanto pada Senin (6/5).

“Kita akan berupaya memotong jaringan di atasnya, kalau kita potong tentu tidak akan ada yang menjualnya,” ungkapnya.

Selain itu, guna mengantisipasi kerugian lebih banyak, SKIPM Bandung juga akan melakukan sosialisasi kepada nelayan dan anak-anak nelayan di Jawa Barat untuk melestarikan keberadaan lobster. “Sebetulnya Indonesia sebagai eksportir tuna terbesar di dunia, namun karena iming-iming dari Vietnam, beberapa nelayan berani memburu benih lobster,” ujar Dedy.

“Kalau dilestarikan, nelayan bisa memanen lobster seberat 300 gram dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi per ekornya, seperti yang dilakukan oleh nelayan di Yogyakarta,” tambahnya.

Dedy mengatakan nelayan lokal dirugikan oleh tindakan penjualan benih lobster secara ilegal. Sekilas jual-beli benih lobster ini menjanjikan, namun dampaknya ke depan akan sangat merugikan bagi nelayan di Indonesia.

“Nelayan menjual Rp6.000 ke bandar, sementara bandar menjual benih lobster ke Singapura dengan harga minimal Rp150.000, tapi yang lebih merugikan adalah habisnya populasi lobster di lautan,”¬†tandasnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments