Tata Kelola Sumber Daya Perikanan Diperkuat

266
fiestaseafood.com

KKPNews, Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  lakukan kerja sama dengan lima institusi perkuat tata kelola sumber daya perikanan di Indonesia. Kelima institusi tersebut yaitu,  Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Universitas Gadja Mada (UGM), Pengurus Besar Nahdalatul Ulama (PBNU), PT. PAL Indonesia dan Rare. Kerja sama dengan berbagai stakeholder dan elemen masyarakat ini dilakukan untuk memperkuat Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Indonesia.

“Air, hutan dan energi harus dimiliki seluruh masyarakat, bukan segelintir orang. Atas dasar itu kami melakukan ini. Apalagi, jumlah nelayan sudah berkurang banyak, ini tanda ke depan tidak ada yang tertarik menjadi nelayan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di Acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama KKP, BNP2TKI, UGM, PBNU, PT. PAL Indonesia dan Rare, di Jakarta, Kamis (5/11).

Selain itu, lanjut Susi, saat ini secara demografi Indonesia sudah mulai beranjak tua. Di mana usia rata-rata sekitar 30-40 tahun. Setidaknya Indonesia hanya memiliki waktu sekitar 25-35 tahun untuk memasuki usia tua. Namun yang harus diingat, jika sudah tua maka sudah tidak produktif lagi sehingga semuanya akan mulai berkurang, termasuk sumber daya.

Ia berharap ke depan, melalui kerja sama ini bisa pihaknya dapat memberikan  kontribusi nyata melalui program-program yang akan dijalankan sehingga terwujud kedaulatan Negara Indonesia, keberlanjutan sumber daya alam dan tentunya kesejahteraan bagi masyarakat kelautan perikanan, bangsa dan Negara Indonesia. Di mana keberlanjutan merupakan kerangka penting untuk sumber daya perikanan sehingga penting untuk menjaga ekosistemnya. “Kelima institusi yang kami ajak kerja sama ini memiliki peran dan pengaruh yang besar di masyarakat,” ujarnya.

Sementara Wakil Presiden Rare Indonesia, Taufiq Alimi menyambut baik kerja sama dengan pihak KKP dan akan menjaga amanah yang diberikan. Apalagi Rare merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang konservasi ekosistem lingkungan. Kerja sama ini sejalan dengan tujuan Rare selama ini, yaitu mengkampanyekan pemasaran sosial di masyarakat untuk mendukung konservasi.  “Kita menjual dan meyakinkan masyarakat bahwa menjaga akan lebih baik dari merusak,” tambahnya.

(RP/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments