Tangkap Lobster dengan Waring, 16 Nelayan Kaur Diamankan

43
Tim Gabungan yang terdiri dari SKIPM Bengkulu, Pangkalan TNI AL, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur berhasil mengamankan 16 nelayan yang didapati menggunakan alat tangkap baby lobster berupa waring di Desa Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan, Selasa (2/4).

KKPNews, Bengkulu – Tim Gabungan yang terdiri dari Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Bengkulu, Pangkalan TNI AL, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur berhasil mengamankan 16 nelayan yang didapati menggunakan alat tangkap baby lobster berupa waring di Desa Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan pada Selasa (2/4).

Penangkapan tersebut terjadi saat tim gabungan melakukan razia alat tangkap baby lobster  berupa waring di perairan pantai Pardasuka dan Muara Sambat, Kec. Kaur Selatan, Kab. Kaur Pos 04 47 53 S – 103 22 31 E.

“Pada saat dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap perahu-perahu nelayan yang sedang memanen baby lobster, 16 perahu nelayan berusaha melawan dan mengitari perahu petugas,” ungkap Kepala SKIPM Bengkulu, Ardinan Pribadi.

Saat itu, lanjut Ardinan, tim gabungan memberi peringatan mengenai aturan pemerintah terkait karena perahu-perahu terebut didapati telah memasang alat tangkap baby lobster berupa waring. Kemudian petugas melanjutkan razia dan mengangkat waring yang telah dipasang.

“Selanjutnya nelayan dimintai bantuan untuk turut mengangkat waring. Sebagian ada yang membantu, sebagian ada yang diam, dan sebagian ada yang melarikan diri,” jelasnya.

Meski begitu, Ardinan menegaskan bahwa keenam belas nelayan tersebut tidak akan dibawa ke ranah hukum. “Kami selesaikan dengan cara memberikan sosialisasi kepada nelayan. Selain itu, kami juga membuat Surat Pernyataan sehingga nelayan kami harapkan bisa mengerti,” tuturnya.

Dari hasil razia, petugas menyita 186 renteng waring dan 16 perahu nelayan.

“Nelayan yang telah membuat surat pernyataan sebanyak 16 orang. Razia akan dilanjutkan secara rutin dengan jumlah personil yang lebih besar,” tutup Ardian. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments