Tangani ABK Asing, KKP Terima Apresiasi dari Tiga Negara

209

KKPNews, Pangandaran – Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat konsen dan serius dalam pemberantas pelaku IUU Fishing baik berskala Nasional maupun Internasional.

Pemerintah telah berhasil mengkandaskan Kapal Ikan buronan Interpol “FV. Viking” untuk dijadikan monumen sebagai bukti keseriusan Negara Indonesia memerangi Illegal Fishing dan sekaligus menjadi salah satu obyek wisata di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/3).

Terkait dengan ke 11 ABK (6 WNI dan 5 WNA) Kapal Ikan FV.VIKING, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Program Penanganan ABK pada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memulangkan ke 5 Warga Negara Asing.

Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP Fuad Himawan menyampaikan 5 (lima) ABK Warga Negara Asing asal negara Argentina, Chili, Myanmar, dan Peru. Untuk sementara ditempatkan di Detention Center guna menunggu proses hukum dan pemulangan ke negara masing-masing. Dari ke 5 ABK asing tersebut hanya 4 ABK saja yang akan dipulangkan karena 1 ABK warga negara Chili bernama Juan Domingu Nelson Venegas Gonzales selaku Nahkoda kapal FV.Viking akan menjalani proses hukum dari pemerintah RI.

Fuad pun melanjutkan, proses penanganan ABK yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapat apresiasi positif dari perwakilan kedutaan Chili, Peru, dan Argentina karena telah memperlakukan warga negaranya dengan baik, saat perwakilan kedutaan meninjau warganya di Detention Center, Jumat (11/3). (hms)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Takut (66.7%)
  • Terinspirasi (33.3%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments