Taat Aturan, Nelayan Polman Akan Dapat Asuransi Nelayan

261

KKPNews, Polman – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) akan membagikan 2.020 asuransi nelayan di enam kecamatan, di antaranya Binuang, Polewali, Wonomulyo, Mapilli, Campalagian, dan Tinambung. Hal ini dilakukan sejalan dengan program asuransi nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diberikan kepada nelayan-nelayan kecil di berbagai daerah di Indonesia. Namun, nelayan yang mendapatkan asuransi hanyalah nelayan yang taat aturan.

Kepala Bidang Perikanan Laut DKP Polman, Budi Mustari menjelaskan, asuransi yang akan diberikan berupa tanggungan premi asuransi nelayan pada tahun pertama. Tahun selanjutnya, ditanggung sendiri oleh nelayan dengan biaya Rp175 ribu per tahun. Syaratnya, nelayan yang menerima asuransi tak boleh menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan seperti cantrang, pukat hela, dan pukat tarik.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, nelayan yang meninggal saat melaut akan mendapatkan santunan Rp200 juta, dan yang meninggal di daratan diberi santunan Rp160 juta. “Mengalami kecelakaan di laut maupun di darat atau menimbulkan cacat tetap pertanggungannya maksimal Rp100 juta. Sementara untuk biaya pengobatan akibat kecelakaan di laut sebesar Rp20 juta,” jelas Budi pada Senin, (30/1).

Kabupaten Polman saat ini memiliki sekitar 10.500 jiwa nelayan yang terbagi dalam 165 kelompok. Mereka tersebar di sepanjang 94 km wilayah pesisir pantai.

Selain memberikan asuransi nelayan, DKP Polman juga menyiapkan bantuan pengadaan 12 unit kapal tangkap ikan berkapasitas 3 Gross Tonnage (GT) dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Kapal tangkap ikan tersebut akan akan dilengkapi dengan alat pendeteksi ikan atau Global Position System (GPS).

Menurut Kepala DKP Kabupaten Polman, Ahmad Saifuddin, bantuan perlu diberikan untuk membantu nelayan tangkap yang produksinya mengalami penurunan akibat pembatasan penggunaan alat tangkap dan buruknya cuaca. Selain memberikan bantuan kapal, DKP Polman juga menawarkan pembinaan pembudidayaan rumput laut kepada nelayan untuk dijadikan usaha sampingan. “Cuma saat ini, harga rumput laut juga mengalami penurunan dari Rp11.000/kg menjadi Rp9.000/kg sehingga produksi juga ikut turun,” tandasnya. (AFN)

(*dari berbagai sumber

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Tidak Peduli (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments