Susi Pilih Hancurkan Kapal daripada Dikasih ke Nelayan

433
KKP bekerjasama dengan TNI-AL menenggelamkan 1 (satu) kapal penangkap ikan Thailand (KM.KHF 1780/64 GT) di perairan Langsa Aceh, Selasa (20/10). Kapal penangkap ikan tersebut ditenggelamkan karena telah melakukan penangkapan ikan tanpa didukung dokumen SIPI yang sah dari Indonesia dan telah melanggar kedaulatan NKRI masuk ke wilayah perairan Indonesia ditangkap oleh kapal patroli Dit. Polair Polri tanggal 26 Maret 2015 di ZEE Selat Malaka serta telah disidik oleh PPNS Perikanan DKP Aceh. Eksekusi Penenggelaman dipimpin oleh Dan. Lanal Loksheumawe, Kolonel Marinir Nasudin disaksikan Dir Polair Polda Aceh, Bukhari, perwakilan pejabat KKP, Kadinas KP Prov.Aceh, pejabat Kajari, Pengadilan Negeri dan Kapolres Langsa. KKP

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikananmenyatakan, lebih memilih menghancurkaneks asing yang berlayar melintasi perairan Indonesia, dibanding memberikannya kepada nelayan. Alasannya, kapal-kapal tangkapannya tersebut memiliki ukuran besar sehingga nelayan di perairan Indonesia tidak memiliki uang untuk mengurus kapal tersebut.

Dia mengaku pernah menyerahkan kapal hasil buruannya kepada nelayan. Namun, lantaran tak bisa mengurusnya dengan baik, kapal tersebut justru terbengkalai dan menghalangi jalur di pelabuhan. “Banyak yang mangkrak, yang diserahkan dulu-dulu pada mangkrak,” ujar Susi di kantornya, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Menurutnya, kalaupun kapal asing tersebut diberikan kepada nelayan Indonesia, nanti akan sulit membedakan kapal Indonesia dengan kapal eks asing. “Makanya kita enggak mau, percuma, uang dari mana nelayan jalanin kapal gede-gede gini. Nanti ABK asing lagi yang jalanin,” tegasnya. (: )

Seperti diberitakan sebelumnya, Menko bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli meminta Menteri Susi tidak melulu menenggelamkan kapal ilegal asing di perairan Indonesia. Meskipun dia mendukung sepenuhnya langkah Susi, namun aksi penenggelaman kapal tersebut tidak bisa terus dilakukan. (: )

Rizal akan mengirimkan jaksa muda dan hakim ke Norwegia untuk belajar mengenai penegakan hukum terkait Illegal Unreported Unregulated (IUU) Fishing. “Tenggelamin kapal itu bagus, Bu Susi kasih shock terapi, tapi enggak mungkin begini sampai 2019 tenggelamin kapal terus,” ujarnya dalam acara Rembuk Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Dalam program pemberian pendidikan ini, lanjut Rizal, rencananya pemerintah akan mengirim 40 jaksa muda dan 40 hakim muda ke Norwegia. Melalui pendidikan tersebut diharapkan para penegak hukum dapat lebih mengerti tugasnya dalam memerangi IUU Fishing, sehingga kapal-kapal hasil tangkapan dapat diberikan kepada nelayan, bukan ditenggelamkan.

“Enggak lagi ditenggelamkan. Kalau perlu nanti hakim putuskan kapal ini diberikan ke nelayan atau koperasi nelayan gratis buat mereka,” tandasnya. (: )

Sumber: Seputar Indonesia

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments