Sumbar Mulai Aksi Nasional Konservasi Penyu

213
ilustrasi

KKPNews, Sumbar – Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu tahun 2016-2020 yang dicanangkan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, mulai dilaksanakan secara serius di beberapa daerah. Sumatera Barat misalnya, sudah mulai menggarap beberapa wilayah yang akan dijadikan prioritas Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu yang disusun 2015 silam itu.

Kabupaten Kepualauan Mentawai, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman,  dan Pesisir Selatan adalah empat daerah prioritas konservasi penyu di Sumatera Barat. Empat daerah ini dipilih karena merupakan pusat berkembangnya penyu. Selain itu, sebelumnya di daerah tersebut juga sudah mulai dirintis usaha konservasi penyu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Mentawai Edi Sukarni mengatakan, pihaknya telah melakukan survey di empat pulau berkembangnya penyu di Mentawai. Nantinya, akan dipilih satu pulau sebagai pusat konservasi penyu wilayah Mentawai.

Sumatera Barat sendiri merupakan satu dari empat daerah prioritas di perairan bagian barat Indonesia. Tiga wilayah lainnya yaitu Sumatera Utara, Nias, dan Kepulauan Riau.

Pemerintah menilai, Konservasi Penyu ini harus dilakukan demi menyelamatkan populasi penyu yang terus mengalami penurunan akibat penangkapan secara berlebihan terhadap penyu yang populasinya tak besar. Untuk itu, perlu dilakukan kontrol ketat terhadap pemanfaatannya.

Usaha konservasi penyu ini akan dilakukan dengan cara penyelamatan habitat peneluran penyu. Masyarakat juga dihimbau untuk membantu melindungi penyu untuk mengurangi tingkat kematiannya. Diharapkan pula daerah dapat menjalin kemitraan yang strategis dengan berbagai pemangku kepentingan demi tercapainya tujuan konservasi ini.

Penyu sendiri merupakan salah satu dari sebelas hewan laut yang dilindungi. Adapun hewan laut lain yang juga dilindungi adalah pari manta, ikan napoleon, lola, kuda laut, teripang, sidang, kima, bambu laut, paus, hiu dan pari.

Tindakan penyelundupan terhadap hewan-hewan yang dilindungi itu akan dikenakan UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya. (AFN)

(*dari berbagai sumber

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Marah (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments