Strategi KKP Hadapi Kemarau Panjang

325
illustration by google.com

Rimanews – Kemarau berkepanjangan diprediksi berlangsung di Indonesia hingga akhir tahun. Menyikapi kondisi ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan sejumlah strategi menghadapi kemarau panjang yang mungkin terjadi pada tahun 2016.

“Berkaca pada pengalaman tahun ini faktor cuaca ekstrim menjadi hal yang harus kita perhitungkan pada rencana program yang akan datang, dengan mengatur strategi-strategi yang kita miliki agar produktivitas tetap berjalan maksimal,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, saat membuka rapat kerja teknis pembangunan perikanan budidaya, di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9/2015).

Slamat mengatakan ada beberapa strategi yang akan diatur sehingga produktivitas perikanan budidaya tetap terjaga disaat kemarau panjang.

“Kita atur strategi pertama mengembangkan komuditas ikan-ikan lokal,” kata Slamet.

Menurut Slamet, produktivitas ikan-ikan lokal lebih besar 50 persen dibanding komoditas-perikanan budidaya lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketahanan ikan lokal jauh lebih bagus.

“Ikan-ikan lokal ini sudah adaptif terhadap lingkungannya, daerahnya, iklim, suhu dan lainnya termasuk pakannya. Ikan lokal tahan terhadap kondisi ekstrim, cuaca dan air yang terbatas,” katanya.

Beberapa jenis ikan lokal yang akan didorong produktivitasnya seperti tape, gabus, belida, tomang, puyuh, udang galah dan masih banyak lainnya. Budidaya perikanan ikan lokal ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan protein ikan domestik.

“Untuk budidaya ikan-ikan nilai ekonomis tinggi tetap kita genjot produktivitasnya sebagai penambah, sedangkan ikan lokal kita siapkan untuk ketahanan pangan nasional,” kata Slamet.

Slamet mengakui, selama ini budidaya ikan-ikan lokal kurang diperhatikan, padahal memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Seperti ikan puyuh di Kalimantan Selatan memiliki harga yang sangat mahal dan disenangi banyak orang. Begitu pula ikan tawes di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Faktanya sekarang ikan-ikan lokal ini sudah sulit dan hampir tidak ada di alam. Ini yang akan kita dorong untuk kembali digalakkan, agar produksi budidaya ikan lokal ditingkatkan lagi,” katanya.

Strategi berikutnya, mengembangkan budidaya rumput laut dan kekerangan karena komoditas ini menjadi unggulan saat cuaca kering yang cukup panjang.

“Rumput laut ini memiliki kadar garam yang saat panas tinggi sesuai untuk rumput laut. Begitu juga kekerangan punya sifat menempel secara alami, jadi sangat potensial kita kembangkan,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments