Sorong Ekspor Perdana 570 Kg Makerel ke Singapura

55
Ilustrasi ikan makarel. Dok. bobo.grid.id

KKPNews, Sorong – Pemerintah tengah berupaya mendorong peningkatan geliat ekspor produk perikanan di berbagai daerah, termasuk salah satunya di Sorong, Papua Barat. Jumat (13/9) lalu, bertempat di Bandara Domine Edward Osok, dilakukan pelepasan ekspor perdana produk perikanan dari PT Bintang Megah Jaya Perkasa (PT BMJP). Produk perikanan tersebut berupa 570 kg fresh king fish (makerel) dan fresh grouper fish yang merupakan hasil tangkapan nelayan di Kota Sorong tersebut akan dikirim ke Singapura.

Kegiatan pelepasan ekspor perdana ini hadiri oleh Pemerintah Kota Sorong, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kita Sorong, Bea Cukai Kota Sorong, Garuda Indonesia Cargo Sorong, pengusaha jasa kepabeanan PT Suryagita Nusaraya, dan para eksportir perikanan.

“Kami ingin mendorong gerak laju pertumbuhan perekonomian di kota Sorong dengan membuka pangsa pasar yang lebih luas bagi penjualan potensi kelautan di Kota Sorong. Kami berharap agar langkah kecil ini bisa membuat kota Sorong semakin kondusif dalam menarik minat investasi dan pada akhirnya akan meningkatkan kemakmuran masyarakat dan kemajuan bagi Kota Sorong,” tutur Kepala Kantor Bea Cukai Sorong, Bambang Eko Prawinestyono.

Upaya menggenjot ekspor produk perikanan ini dilakukan dalam rangka memanfaatkan peluang perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok untuk mendorong peningkatan ekonomi Indonesia. Peningkatan ekspor dinilai menjadi salah satu jalan keluar untuk dapat menghadapi tantangan global.

Hal ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di tengah situasi persaingan perang dagang internasional yang kurang menguntungkan. Oleh sebab itu, tumbuhnya eksportir-eksportir baru yang berdaya saing sangat dibutuhkan.

Untuk itu dibutuhkan kerja sama yang apik antarberbagai instansi yang terlibat untuk mempermudah dan mempercepat segala urusan perizinan ekspor. Garuda Indonesia Cargo misalnya, dibutuhkan kontribusinya dalam penyediaan slot khusus bagi produk perikanan yang akan diekspor. Sementara Pemda Sorong dapat membantu dengan kebijakan-kebijakan yang ramah industri.

Sebagai informasi, berdasarkan data BKIPM Sorong, hingga Agustus 2019 tercatat sudah 82 izin ekspor ih terdapat potensi perikanan seperti kepiting yang mencapai 2-3 ton per hari di Kota Sorong, begitu pula dengan Kota Merauke.

Dengan adanya kemudahan perizinan, semua potensi tersebut akan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meingkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya masyarakat Kota Sorong. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments