SKIPM Merauke Lepasliarkan 2.140 Ekor Kura-Kura Moncong Babi

35
Ilustrasi: Kura-kura moncong babi (www.cnnindonesia.com)

KKPNews, Merauke – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Merauke melepasliarkan 2.140 ekor kura-kura moncong babi di Boven Digoel pada Sabtu (6/4).

Ribuan kura-kura tersebut merupakan hasil penyitaan yang dilakukan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan Merauke pada Jumat (5/4). “Ya tadi pagi tim yang akan melepasliarkan barang sitaan kura-kura moncong babi berangkat ke Boven Digoel melalui jalur darat,” ungkap Kepala SKIPM Merauke, Nikmatul Rohmah.

Sebelum diberangkatkan, lanjut Rohmah, kura-kura tersebut terlebih dahulu dihitung dan disaksikan pihak Karantina Ikan, KSDA, Taman Nasional Wasur, WWF, Kepolisian dan Kejaksaan. Empat ekor disimpan sebagai sampel arang bukti untuk kepentingan persidangan di pengadilan. Dengan begitu, total yang mati sebanyak 88 ekor, yang awalnya berjumlah 2.227 ekor menjadi 2.140 ekor.

Rohmah menambahkan, pelepasliaran dilakukan di Boven Digoel karena habitat hidupnya sama dengan aslinya yakni di Princap, Kabupaten Asmat. “Maka dari itu, akhirnya kami putuskan untuk dilepasliarkan di sana,”ujarnya.

Sebagai informasi, 2.227 ekor kura-kura moncong babi ini diamankan Polsek Kawasan Pelabuhan Merauke dari seorang penumpang kapal Pelni yang bersandar kala itu. Ribuan kura-kura moncong babi pun tersebut dimasukkan ke dalam empat karung, kemudian diamankan oleh petugas dan diserahkan ke SKIPM Merauke. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments