SKIPM Mamuju Awasi Ekspor Ikan Terbang Bakar Majene ke Jepang

23
Pemuatan produk ikan terbang asap yang akan diekspor ke Jepang di UPI Sakura Prima di Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Majene, Sulbar, Kamis (13/6)/ Dok. TribunMakassar

KKPNews, Majene – Dalam rangka pengawasan lalu lintas produk perikanan, petugas Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan suffing atau pengawasan bongkar muat barang ekspor di Unit Pengolahan Ikan (UPI) Sakura Prima di Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Majene, Sulbar. Pengecekan dilakukan pada proses pemuatan ikan terbang bakar yang akan diekspor ke Jepang pada Kamis (13/6).

Kepala SKIPM Mamuju, Abdur Rohman mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan dan pengendalian mutu produk perikanan ekspor yang menjadi tanggung jawab pihaknya. SKIPM Mamuju ingin memastikan bahwa proses pemuatan barang dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan pada UPI tersebut.

“Kami mencocokkan benar atau tidaknya sebagai bentuk mereka melaksanakan jaminan mutu terhadap produk perikanan yang mereka akan diekspor,” ungkap Abdur, Kamis (13/6).

Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menjaga mutu produk perikanan ekspor dan memastikan produk perikanan bebas kontaminasi zat organik seperti bakteri e-coli, salmonella, dan lainnya.

Ia pun memberikan apresiasi pada UPI Sakura Prima yang dianggap telah menjalankan prosedur secara baik. Ia juga berharap, UPI tersebut konsisten dalam menjalankan pengendalian mutu.

Abdur menjelaskan, UPI Sakura Prima juga telah menerapkan sistem penjaminan mutu Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) di mana pengawasan dilakukan setiap tiga bukan sekali. “Tiga bulan sekali kita lakukan surveilans apakah mereka masih tetap konsisten,” tutupnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments