SKIPM Aceh Himbau Pelaku Usaha Perhatikan Sertifikasi

31
Dok. AcehNews.net

KKPNews, Banda Aceh – Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah penyuplai produk perikanan untuk pulau Sumatera bahkan hingga ke Pulau Jawa. Hal tersebut diungkapkan Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (SKIPM) Aceh, Diky Agung Setiawan, pada Rabu (6/2).

Meski begitu, Diky menilai masih banyak produk perikanan Aceh yang dikirim keluar Aceh via darat yang belum tertib dilaporkan oleh pelaku usaha kepada petugas karantina ikan. Produk perikanan itu antara lain seperti udang, kepiting dan produk perikanan lainnya.

“Oleh karena itu, SKIPM Aceh berencana untuk menggelar operasi bersama pengawasan lalulintas komoditi hasil perikanan di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara,” ungkapnya.

SKIPM Aceh telah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tamiang, Musril dan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian mendapat respon dan dukungan positif dari keduanya terkait kegiatan operasi bersama pengawasan lalulintas tersebut.

Sementara itu, terkait sosialisasi lalulintas produk perikanan yang keluar dari Aceh, pihak SKIPM Aceh sendiri telah melakukannya sejak tahun 2018. Bahkan, pada Januari 2019 tim sosialisasi SKIPM Aceh sudah turun ke Dinas Kelautan dan Perikanan serta pelaku usaha perikanan mulai dari Banda Aceh hingga Aceh Tamiang.

“Hal ini agar mengeliminir terjadinya permasalahan saat dilakukannya operasi bersama,” ungkap Diky.

Ia pun mengimbau kepada para pelaku usaha perikanan yang melakukan pengiriman lalulintas komoditi hasil perikanan ke luar Aceh untuk melaporkan kepada petugas karantina ikan terdekat seperti di Lampulo, Blangbintang, Langsa, Simeulue, Sabang dan Singkil.

“Karena di 6 lokasi tersebut sudah bisa melakukan sertifikasi Kesehatan Ikan Domestik maupun ekspor sesuai dengan ketetentuan yang berlaku,” jelasnya.

Berdasarkan catatan SKIPM Aceh, antara bulan Mei 2018, sejak dibukanya Kantor Wilayah Kerja KIPM di Langsa hingga Januari 2019 ini, setidaknya sudah 320 ton ikan jenis sarden dikirim dari Aceh Timur ke Jakarta dan Pati, Jawa Tengah.

Data ini diperoleh dari sertifikasi Domestik Keluar yang dilakukan Petugas Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Wilayah Kerja Langsa.

“Penerima produk perikanan tersebut di Jakarta yakni PT Dua Perkasa sebanyak 240 ton, sementara di Pati yakni CV Karya Jaya sebanyak 80 ton,” ujar Diky. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments