SKIPM Aceh Catat 77 Ton Produk Perikanan Keluar dari Simeulue

20
Ilustrasi. Dok. Media Indonesia

KKPNews, Aceh – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Aceh mencatat 77 ton lebih hasil perikanan keluar dari Pulau Simeulue pada Maret 2019. Kepala SKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan mengatakan, jumlah tersebut sentara dengan nilai Rp4,4 miliar.

Produk hasil perikanan yang keluar dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Medan, Lampung, Padang, Pekanbaru hingga Jakarta setelah dilakukan sertifikasi oleh petugas karantina ikan BKIPM Aceh, Wilayah Kerja Simeulue.

“Untuk komoditas yang dikirim keluar ini jenisnya tongkol, lobster, kerapu, gurita, teripang dan ikan bayam,” ujarnya pada Rabu (3/4).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah hasil perikanan yang keluar pada bulan Maret meningkat sebesar 22 ton. Pada Februari, jumlah hasil perikanan yang dikirim keluar dari Simeulue ialah 55 ton, yang setara dengan lebih dari Rp 2,21 miliar, dengan jenis ikan yang hampir sama.

Diky menambahkan bahwa jenis lobster asal Simeulue yang selama ini dikirim ke luar daerah selalu memenuhi syarat yang telah ditentukan yakni lobster yang berukuran diatas 200 gram dan tidak dalam keadaan bertelur.

“Selama ini lobster yang keluar dari Simeulue selalu memenuhi syarat. Masyarakat atau pelaku usaha yang mengajukan untuk mengeluarkan lobster selalu kita awasi dan kita periksa sebelum disertifikasi dan dikirimkan,” jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah mengatur ketentuan pengiriman dan ekspor hasil perikanan berupa lobster, kepiting, dan ranjungan telah ditetapkan yang mana ukurannya harus diatas 200 gram dan tidak dalam keadaan bertelur.

Banyaknya volume komoditi hasil perikanan Aceh yang dilalulintaskan keluar Aceh dan telah disertifikasi oleh Stasiun KIPM Aceh beserta wilayah kerjanya menunjukan kesadaran pelaku usaha perikanan Aceh terhadap jaminan keamanan pangan dari produksi perikanan semakin meningkat.

“Yang diimbangi oleh pelayanan sertifikasi produk perikanan oleh Stasiun KIPM Aceh semakin baik terutama melalui pembukaan wilayah kerja di Lampulo dan Langsa tahun 2018 lalu,” tutupnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments