Sinkronisasi Peraturan Selamatkan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

696
Pekerja mengangkut ikan Lemuru hasil tangkapan di Pantai Kelan, Bali, Jumat (12/12). Kondisi cuaca yang cenderung tidak stabil dan gelombang tinggi di kawasan Selat Bali membuat hasil tangkapan nelayan tidak menentu. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ss/Spt/14

KKPNews, Denpasar. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyadari pentingnya harmonisasi yang bersinergi dalam melaksanakan pelayanan perizinan. Untuk itu diperlukan sinkronisasi peraturan perundangan guna menyelamatkan sumber daya kelautan dan perikanan sehingga di masa depan akan meningkatan daya saing usaha perikanan budidaya dan menjaga kedaulatan bangsa.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan pengembangan usaha perikanan budidaya perlu terus dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan, mendorong perekonomian dan juga menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan mandiri, khususnya dalam produksi perikanan budidaya.

“Ke depan akan mampu meningkatkan daya saing usaha perikanan budidaya dan sekaligus meningkatkan kedaulatan bangsa, menjadi bangsa yang mandiri, berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujar Slamet saat memberikan arahan pada acara Sinkronisasi Peraturan Perizinan dan Pelayanan Usaha Perikanan Budidaya, di Denpasar, Bali, Rabu (11/11).

Sinkronisasi pelayanan perizinan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) ini, lanjut Slamet, dilakukan dalam upaya perbaikan pelayanan publik. Melalui integrasi pelayanan perizinan pemasukan ikan hidup DJPB ke dalam National Single Window (NSW) yang terintegrasi dengan instansi terkait dengan perizinan tersebut, seperti Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ditjen Bea dan Cukai dan pihak lainnya.

“Saat ini kinerja birokrasi pelayanan publik harus lebih cepat dan lebih mudah. Hal ini semakin mempermudah masyarakat yang memerlukan pelayanan perizinan tersebut,” jelas Slamet.

(Giska/RP)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments