Semester I 2019, Ekspor Komoditi Perikanan Sulut Capai Rp1 Triliun

30
Dok. Humas BKIPM

KKPNews, Manado – Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Manado Muhammad Hatta Arisandi mengungkapkan, sektor perikanan Sulawesi Utara kian menunjukkan peningkatan. Dalam waktu enam bulan saja, sektor perikanan khususnya penjualan mencapai angka yang fantastis.

Pada semester I 2019, penjualan komoditi perikanan Sulut mencapai USD75.891.309 atau setara Rp1.077.277.130.000.

“Dalam periode yang sama di tahun 2018, ekspor komoditi Sulut senilai USD 61.371.649 atau Rp861 miliar. Jadi, ada peningkatan sebesar 23,66 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019,” terang Hatta.

Hatta menambahkan, nilai ekspor terbesar dipegang oleh komoditi frozen tuna (tuna beku) yang mencapai USD30.269.224 atau Rp420 miliar. Sedangkan komoditi perikanan Sulut yang paling banyak diekspor adalah canned fish atau ikan kaleng yang mencapai 7.662 ton.

“Selanjutnya ada  dried smoked fish (ikan kayu), fresh tuna (tuna segar), dan fish bone meal (tepung ikan),” ungkapnya.

Tak hanya penjualan komoditi perikanan yang meningkat pesat, ekspor ikan hidup juga menunjukan tren positif. Di paruh tahun 2019, eskpor ikan hidup mencapai USD13.335.654 atau setara Rp 169 miliar. Sementara itu, di peringkat kedua hingga kelima diisi dengan komoditi  lobster air tawar, ikan hias air laut, betutu, dan lobster.

Hatta menegaskan, kebijakan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sangat berperan dalam mendorong peningkatan ekspor komoditas perikanan Sulawesi Utara yang pada akhirnya diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sektor kelautan dan perikanan. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments