Raup Untung dari Pupuk Organik Berbahan Limbah Ikan

2438

KKPNews, Jakarta – Limbah ikan dapat berfungsi ekonomis jika dapat diolah dengan tepat. Tulang ikan ternyata memiliki berbagai fungsi selain dapat dijadikan tepung ikan, yakni dapat dijadikan pupuk organik. Banyak industri perikanan yang berkembang untuk mencukupi kebutuhan ikan tersebut. Namun, dengan bertambahnya industri ikan, pertumbuhan limbah yang dihasilkan juga melonjak naik.

Limbah merupakan masalah di dalam suatu industri, termasuk industri penangkapan ikan, penanganan, pengangkutan, distribusi, dan pemasaran. Limbah bisa berupa ikan yang terbuang, tercecer, serta sisa olahan yang menghasilkan cairan. Limbah juga bisa berasal dari pemotongan, pencucian, dan pengolahan produk.

Industri pengolahan ikan tentunya harus memiliki metode dalam pengolahan limbah sehingga limbah olahan ikan tidak hanya dibuang begitu saja di tempat pembuang sampah. Bila industri pengolahan ikan tidak memperhatikan hal ini, lokasi industri mereka bisa menjadi tempat pertumbuhan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Di era teknologi yang canggih sekarang ini, limbah bisa menjadi produk yang berguna. Beberapa industri pengolahan ikan sebenarnya sudah mulai melakukan inovasi pengolahan limbah ikan menjadi produk yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah pupuk organik.

Sementara itu, tanaman memerlukan nutrisi lengkap dalam bentuk unsur hara makro, hara makro sekunder, dan unsur hara mikro. Disebabkan tanah tidak memiliki semua unsur tersebut, perlu adanya usaha penambahan dalam bentuk pupuk.

Kandungan unsur makro dalam pupuk biasa terbatas, tidak mencukupi untuk kebutuhan tanaman. Dengan begitu harus dilengkapi dengan penambahan unsur lain agar kandungan nitrogen, fosfor, dan kaliumnya sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Unsur hara makro terdiri dari makro primer seperti N, P, dan K; makro sekunder seperti Ca, Mg, dan S; sedangkan unsur hara mikro terdiri dari Fe, Zn, Cu, Mn, Cl, Bo, Mo, dan banyak lagi lainnya. Kandungan protein yang sangat tinggi memungkinkan pupuk organik dari limbah ikan membantu pertumbuhan tanaman.

Keunggulan pupuk organik dari limbah ikan antara lain: (1) pupuk yang dihasilkan merupakan pupuk organik dengan unsur hara lebih lengkap dibandingkan pupuk anorganik; (2) membuat daun tanaman hias menjadi lebih mengilap, bunga lebih banyak, dan bertahan lebih lama; (3) ketersediaan bahan baku melimpah dan murah karena memanfaatkan limbah pengolahan ikan; (4) harga jual kompetitif dibandingkan dengan produk impor yang sangat mahal; (5) memenuhi konsep back to nature melalui pertanian organik.

Sementara kelemahan limbah ikan untuk dijadikan pupuk cair adalah bau busuk yang sangat menyengat dan membuat kepala pusing. Namun, masalah bau busuk dapat diatasi dengan menurunkan pH limbah cair, memberi aerasi, menambahkan bahan penyerap bau, serta menggunakan mikroba dekomposer yang merombak senyawa yang menimbulkan bau. Proses penurunan pH limbah ikan dari 8,0 menjadi 6,0 dengan menambahkan HCl, menambahkan molase, dan menginokulasi limbah ikan dengan kultur bakteri asam laktat. Kultur ini diinkubasi pada shaker dengan memberikan aerasi secara terputus selang dua jam dengan dikocok pada 120 rpm. Dengan cara ini, bau busuk limbah ikan hilang dalam waktu inkubasi selama lima hari.

Selama 4—5 tahun terakhir, usaha pengolahan hasil sampingan perikanan berkembang pesat. Informasi yang diperoleh dari Ditjen Perikanan Budidaya bahwa di provinsi Jawa Timur terdapat 25 industri pengolahan tepung ikan yang memanfaatkan limbah seperti tulang, kepala, dan ekor ikan. Limbah tersebut berasal dari industri pengalengan ikan dengan kapasitas 2—5 ton bahan baku per hari. Tidak hanya dijadikan tepung ikan, sebagian limbah sisa tulang juga diolah menjadi pupuk. Tercatat ada enam usaha pengolahan pupuk di Jawa Timur pada 2013. (MD) 

 

Sumber : infoakuakultur

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (66.7%)
  • Tidak Peduli (15.2%)
  • Terhibur (9.1%)
  • Senang (6.1%)
  • Terganggu (3.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments