RAKORNAS KKP TAHUN 2015 DI JAKARTA

497

JAKARTA –


Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, tepatnya di Hotel Grand Sahid Jaya berlangsung selama 3 hari tanggal 9-11 September 2015, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Rapat yang mengusung tema “Laut Masa Depan Bangsa” ini diadakan dalam rangka koordinasi percepatan pelaksanaan kegiatan strategis pembangunan kelautan dan perikanan. Dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Komisi IV DPR RI, para Kepala Bappeda Provinsi, Kepala UPT, dan stakeholders lainnya.

Dengan visi Kebijakan pembangunan KP untuk Kedualatan (souvereignty), Keberlanjutan (sustainability), dan Kesejahteraan (prosperity), Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan menandatangani kesepakatan dengan Gubernur BI, Kepala Penerbangan Antariksa Nasional, Kepala Badan Pusat Statistik.

“KKP telah membawa angin segar sebagai landasan gambaran perekonomian Indonesia.” Tutur Menteri Susi dalam sambutannya. Ibu pun membahas hasil tangkapan di laut semakin menurun karena adanya kapal besar yg menangkap ikan secara ilegal sehingga banyk nelayan yang beralih profesi, melakukan urbanisasi ke kota besar. Menteri Susi juga mulai mengumpulkan informasi dn mulai menangkap kapal illegal fishing. Selain itu, dari sambutan ibu Menteri Susi, ibu menuturkan bahwa Indonesia telah hemat subsidi BBM sebesar 12 triliun dengan cara menghentikan kapal 30 GT ke atas. Banyak kapal ilegal yang bersembunyi di daerah Papua Nugini dan kini ada di Aceh. 

Ibu meminta kepada Presiden agar KKP dapat memaksimalkan effort dan dana yang ada untuk infrastruktur kelautan dn perikanan. Secara tegas, Menteri Susi melarang bagi siapa saja yang memotong magrove yang menjadi nursering ground, breeding ground, dan tempat habitat ikan. Selain itu, melarang para nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tak ramah lingkungan.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments