Promosikan Teknologi Rendah Karbon, KKP Berkontribusi Tekan Dampak Perubahan Iklim

81

KKPNews, Polandia – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mempromosikan teknologi rendah karbon dan praktik ramah lingkungan dalam pariwisata berbasis ekosistem dalam mengambil tindakan serius untuk mengelola ekosistem laut dan pesisir yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti Poerwadi pada acara yang di gelar di Indonesia Paviliun, yang di inisiasi oleh Kementerian Koordinasi Maritim, pada sesi di sela-sela perhelatan akbar Konferensi pengendalian perubahan iklim pada pertemuan tahunan negara United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) ke-24 di Katowice, Polandia.

Brahmantya menjelaskan konsep mengenai “Ekonomi Biru Berkelanjutan” berbasis kelautan yang tentunya harusnya dapat memberikan manfaat sosial, ekonomi untuk generasi saat ini dan masa depan serta dapat mengembalikan, melindungi dan mempertahankan keragaman, produktivitas, ketahanan (untuk bencana dan dampak perubahan iklim). “Ekonomi biru berkelanjutan juga harus mengadopsi fungsi inti dan nilai-nilai ekosistem laut dan juga berdasarkan teknologi bersih, energi terbarukan,” ujarnya.

Ada tiga prinsip yang ditekankan Brahmantya terkait dengan prinsip dasar pengelolaan keberlanjutan ekonomi biru, diantaranya efisiensi alam, dimana pengelolaan ekosistem berdasarkan ketersediaan sumber daya alam dari kelangkaan akan menjadi berlimpah. Kemudian yang kedua ialah tanpa limbah. “Jangan sia-siakan sampah, sampah juga dapat di olah kembali sebagai sirkular ekonomi,” pungkasnya.

Hal berikutnya adalah mengenai kemandirian untuk semua. “Hal ini menekankan, dimana pekerjaan akan lebih banyak dan kesempatan bekerja untuk semua,” tambah Brahmantya.

KKP juga mengenalkan contoh “Best Practice” dari konsep ini salah satunya terkait pengembangan penurunan karbon rendah dengan melakukan pengembangan ekowisata kelautan berbasis ekosistem pesisir dan restorasi hutan bakau untuk ekowisata masyarakat di Kabupaten Malang Selatan, Jawa Timur.

“Ekowisata ini telah berhasil mengadopsi konsepsi ekonomi biru untuk memastikan keberlanjutan sumber daya ekosistem, membawa kapasitas sambil memastikan keuntungan ekonomi bagi pemegang saham lokal dan regional. Dan secara signifikan meningkatkan ekonomi lokal dan mendorong keterlibatan dan tanggung jawab lokal yang aktif dalam mengelola sumber daya pesisir dan perikanan, tutur Brahmantya.

“Jika kita berbuat baik pada laut kita, pasti laut akan berbuat baik pada kita” tutupnya.

KKP kurangi dampak iklim di lingkungan laut

Pada sesi lainnya pada event yang sama dari sesi “The global commitment in reducing climate impact in marine environment; Our Ocean Our Legacy”, Brahmantya juga menyampaikan pentingnya komitmen seluruh stakeholder untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan komitmen yang dihasilkan pada acara tahunan “Our Ocean Conference” yang diselenggarakan di Bali pada akhir Oktober lalu.

Salah satu komitmen terkait “climate change” yang menghasilkan 39 Komitmen baru dengan jumlah total anggaran yang akan di gunakan sebesar 500 juta US Dollar”.

Brahmantya menyampaikan bahwa seluruh stakeholder perlu menyebarluaskan dan berbagi komitmen global. “Komitmen yang dibuat baik oleh negara, LSM dan sektor swasta, Perusahaan Global, perorangan, filantropis, dan pemimpin lokal dalam mengatasi tantangan global terkait dengan dampak perubahan di lingkungan laut,” ujar Brahmantya. (humas_prl/MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments