Promosikan Perikanan Indonesia, KKP Selenggarakan Forum Bisnis pada Trade Expo Indonesia 2019

111
Dok. Humas PDSPKP

KKPNews, Jakarta – Pada gelaran Trade Expo Indonesia ke–34,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyelenggarakan forum bisnis perikanan pada  Rabu (16/10) di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD, Tangerang.

Forum ini dihadiri oleh perwakilan instansi pusat dan daerah, pelaku usaha perikanan, asosiasi, serta beberapa buyers asing  dari Vietnam, Papua Nugini, Malaysia, Singapura, Tunisia, dan Darwin. Forum ini bertujuan untuk  mempertemukan produsen/eksportir perikanan dengan buyers/importir potensial mancanegara sebagai upaya untuk memperbesar market share Indonesia di pasar global serta menjaring masukan dan pemahaman terkait identifikasi peluang pasar (market inteligent), perbaikan kualitas produk dalam memenuhi standar yang dipersyaratkan, serta sharing informasi inisiasi kerjasama bisnis.

Forum ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang yang dimoderatori oleh Sekretaris Ditjen PDSPKP, Berny Achmad Subki. Kepala Pusat Pengendalian Mutu BKIPM, Widodo Sumiyanto, selaku salah satu narasumber menyampaikan bahwa produksi perikanan Indonesia dalam 5 tahun terakhir meningkat sebesar 17%.  Tuna, udang dan kepiting menjadi komoditas utama produksi perikanan tersebut.

“Kualitas produk perikanan Indonesia juga telah mampu memenuhi standar kualitas internasional dan telah diterima di 158 negara dengan negara tujuan utama yaitu Amerika Serikat, Jepang dan China,” ujar Widodo.

Sementara itu, Ardian Wicaksono, Direktur Eropa III, Kementerian Luar Negeri, menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Kemenlu. Salah satu di antaranya yaitu Kemenlu terus melakukan diplomasi ekonomi ke negara-negara target potensial ekspor perikanan dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Kemenlu juga terus melakukan promosi produk perikanan ke mancanegara.

Selanjutnya, Asosiasi Pengusaha Patin Indonesia  (APCI) yang diwakili oleh Imza Hermawan memanfaatkan forum ini untuk mempromosikan ikan patin asli Indonesia dengan branding “Indonesian Pangasius” yang diluncurkan tahun 2018 lalu. Di hadapan para peserta, Imza menyampaikan beberapa keunggulan dari Indonesian Pangasius.

“Ikan patin  Indonesia dikembangkan dengan probiotik, bukan dengan antibiotik sehingga menjadi pilihan yang sehat. Selain itu, pangasius Indonesia dibudidayakan di kolam dengan air tanah yang bersih.  Dan yang lebih penting, pengolahan patin telah mengikuti standar internasional yang dipersyaratkan,” jelasnya.

Satu hal yang menggembirakan, ikan patin Indonesia  telah diekspor perdana ke Arab Saudi pada bulan Mei lalu. APCI mengharapkan dukungan dari banyak pihak untuk memperluas pasar produk patin di manca negara.

Tak ketingalan, CEO FTI Japan, Co. Ltd yang berkesempatan hadir pada forum ini menyampaikan pengalamannya dalam berbisnis dengan suplier ikan tuna di Indonesia. FTI Japan, Co. Ltd merupakan perusahaan jepang yang memproduksi sashimi sehingga membutuhkan bahan baku berupa tuna segar grade sashimi. Indonesia mampu memenuhi kebutuhan FTI dari sisi kuantitas, namun dari sisi kualitas masih kurang. Untuk itu FTI memiliki program pelatian (training) bagi mitranya untuk menghasilkan tuna segar yang berkualitas mulai dari pengangkapan yang baik, penanganan hasil tangkapan, grading sampai pada sertifikasi mutu (HACCP, ISO, dsb). (Humas PDSPKP)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments