Program Bantuan Stakeholder Perikanan Jadi Prioritas

496
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan panen budidaya lele sistem bioflok di Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, perbatasan Indonesia – Malaysia, Jumat (3/11). Dok. Humas DJPB

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengucurkan berbagai program bantuan bagi stakeholder kelautan dan perikanan. Tak hanya memberikan bantuan untuk nelayan tangkap, bantuan juga diberikan untuk stakeholder kelautan dan perikanan lain seperti pengolah dan pemasar, pembudidaya, dan petambak garam. Di bidang pengolahan dan pemasaran, KKP memberikan bantuan 67 unit cold storage, 243 mesin ice flake, 15 integrated cold storage, dan 150 unit sarana sistem rantai dingin.

Bagi para pembudidaya ikan, KKP memberikan 2.915 unit sarana dan prasarana budidaya, 297,3 juta ekor benih ikan, dan 392 paket pakan ikan mandiri. Pemeritah juga menjalankan 4 program prioritas yaitu pemulihan tambak ikan di 20 daerah, revitalisasi 250 unit keramba jaring apung (KJA), pengembangan 210.000 ha lahan minapadi, dan bantuan budidaya lele sistem bioflok di 60 wilayah.

Adapun untuk petambak garam, pemerintah membangun 12 unit gudang penyimpanan, menyediakan 939 hektare terpal pembuat garam (geoisolator), dan memberikan bantuan sarana produksi di 21 kabupaten.

Sumber daya manusia kelautan dan perikanan juga terus dibina dengan memberikan penyuluhan kepada 157 ribu kelompok dan pelatihan sertifikasi kompetensi kepada 42 ribu orang.

Dalam usaha memacu denyut perekonomian melalui sentra bisnis perikanan, pemerintah juga menyiapkan 5 infrastruktur pendukung di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) dengan total biaya pembangunan Rp620,4 miliar yang terdiri dari 1.010 unit kapal dan alat penangkap ikan, 10 integrated cold storage, 2 gudang rumput laut, 36 dermaga apung, dan 450 alat budidaya.

Dengan adanya pusat bisnis di pulau-pulau terdepan Indonesia, tren ekspor menunjukkan peningkatan dari USD3,94 miliar pada tahun 2015 menjadi USD4,17 miliar pada 2016, dan diprediksi kembali meningkat menjadi USD4,30 miliar pada 2017.

Dengan berbagai capaian dalam 3 tahun kinerja KKP, kita optimis mewujudkan laut masa depan bangsa bukan sekadar angan-angan. Sebagaimana diungkapkan Menteri Susi, “Ini adalah bukti dan persembahan kita sebagai anak bangsa untuk menunjukkan bahwa kita konsisten, bahwa kita terus akan menjaga laut untuk masa depan bangsa kita. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (83.3%)
  • Takut (16.7%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments