Produksi Rumput Laut Sumba Timur Terus Meningkat

719
google.com

Berita Satu, Kupang – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur Abraham Maulaka mengatakan Kabupaten Sumba Timur, NTT, berpotensi sebagai lumbung rumput laut nasional sebab produksinya terus meningkat.

“Sejak ditetapkan sebagai kawasan minapolitan perikanan budidaya pada 2010, produksi rumput laut di daerah tersebut terus meningkat. Pada 2014, total produksinya mencapai 2.400 ton,” kata Abraham di Kupang, Sabtu (10/10).

Dikatakan, hal itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang serius mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan minapolitan budidaya rumput laut yang terintegrasi dan maju.

Kawasan minapolitan budidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur meraih kategori peringkat A.  Artinya, kata mantan Wakil Bupati Kabupaten Alor itu, kawasan ini telah berhasil mengintegrasikan sistem usaha dari hulu sampai hilir yang meliputi sistem produksi, pengolahan, dan pemasaran dengan didukung sarana prasarana yang memadai seperti transportasi dan produksi.

Menurut dia, perkembangan kawasan minapolitan budidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur dapat menggerakan perekonomian masyarakat di daerahnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia pun berharap akan ada lagi kemunculan sentra kawasan budidaya rumput laut di Indonesia bagian Timur lainnya. “Ini dapat dijadikan contoh daerah lain yang memiliki potensi yang sama dengan yang diraih oleh Kabupaten Sumba Timur,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan, potensi lahan budidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur mencapai 15.069,4 hektare (ha). Selain itu,  cuaca di daerah tersebut juga mendukung budidaya sehingga berpeluang untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah.

Lebih lanjut dia memaparkan, di kawasan minapolitan rumput laut ini terbagi atas tiga zonasi di dalamnya. Zona produsen yang menghasilkan bibit rumput laut untuk dibudidayakan hingga panen, zona kelembagaan ekonomi yang membuat kerja sama dengan zona satu tentang pembelian produksi rumput laut dan menyediakan sarana produksi, sekaligus kontrol dan pembinaan budidaya. Sedangkan zona industri pengolahan untuk mengolah rumput laut yang didapatkan dari zona sebelumnya.

Heri Soba/HS

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments