Produksi Ikan Asin Karangantu Turun Drastis

1129

Berita Satu, Karangantu –


Produksi ikan asin di Karangantu, Kota Serang, Banten menurun drastis
sehubungan menipisnya tangkapan nelayan akibat gelombang tinggi di
Perairan Selat Sunda bagian utara selama tiga pekan terakhir.

“Kami selama ini paling banyak menjemur ikan asin lima karung, padahal
biasanya mencapai 20 karung,” kata Mulyati seorang pengolah ikan asin di
Karangantu Kota Serang, Minggu.

Menurut dia, produksi ikan itu tentu berdampak terhadap pendapatan
ekonomi keluarga. Selain itu juga harga ikan asin melonjak antara Rp 5.000
sampai Rp 10.000 per kilogram.

Saat ini, pihaknya tidak bisa melayani permintaan pasar karena produksinya
menurun cukup signifikan. “Banyak para pedagang dari luar daerah datang ke
sini, namun kami tidak bisa melayani permintaan karena produksinya relatif
terbatas,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini para pengolah ikan asin banyak yang tidak
memproduksi karena pasokan ikan dari nelayan menyusut. Umumnya, ujar
dia, jika cuaca normal pengolah ikan asin bisa memproduksi antara 20-30
karung.

Namun, saat ini produksi ikan menurun drastis, sehingga pendapatan perajin
juga berkurang. “Kami berharap cuaca kembali normal dan tangkapan nelayan
melimpah,” katanya.

Begitu juga Mardo, seorang perajin warga Karangantu Kota Serang mengaku
selama sepekan terakhir ini tidak memproduksi ikan asin sehubungan
tangkapan nelayan relatif kecil.

Saat ini para pengolah ikan asin terpaksa beralih menjadi pedagang ikan pada
malam hari di Pasar Rau Serang. Namun, jika tangkapan nelayan melimpah
maka kembali memproduksi ikan asin tersebut. “Kami sudah biasa jika masa
paceklik maka perajin ikan asin menjadi pedagang,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pedagang mengeluhkan menurunnya produksi ikan
asin akibat cuaca buruk yang melanda Perairan Selat Sunda bagian utara itu.

Ia mendatangi kawasan nelayan Karangantu sebagai penghasil ikan asin
terbesar di Provinsi Banten ini, nantinya dijual kembali di Pasar Rangkasbitung.

“Kami terpaksa membatalkan membeli ikan asin di Karangantu, karena stok
hanya ada lima sampai 15 kilogram,” kata Yayah, seorang pedagang ikan asin
warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Tidak Peduli (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments