Produksi Garam Rakyat di Pamekasan 40 Ribu Ton

245
google.com
PAMEKASAN (BM) – Produksi garam rakyat di Kabupaten Pamekasan, hingga kini mencapai 40.000 ton, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat Nurul Widiastutik.
“Jumlah produksi yang mencapai sekitar 40.000 ton ini berdasarkan laporan hasil produksi di tiga kecamatan produsen garam di Pamekasan ini, sesuai hasil pendataan petugas penyuluh lapangan,” kata Nurul Widiastutik, Rabu (30/9).
Ia lebih lanjut menjelaskan, jumlah 40.000 ton itu meliputi hasil produksi garam dari lima jenis teknologi produksi garam yang diterapkan masyarakat petani Pamekasan.

Masing-masing teknologi produksi garam Maduris Tradional, produksi garam Potugis, Geomimbran, produksi garam dengan sistem ulir filter dan produksi garam dengan sistem teknologi rumah kaca.
Nurul menjelaskan, setiap tahun, produksi garam rakyat di Pamekasan biasanya mencapai 89.000 ton lebih, apabila cuaca normal.
Hasil produksi garam sebanyak itu dihasilkan dari luas lahan tambah garam yang 917,22 hektar yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Masing-masing di Kecamatan Galis seluas 465,67 hektar dengan hasil produksi garam 43.017 ton, Kecamatan Pademawu seluas 441,05 hektar dengan produksi garam mencapai 44.422 ton dan di Kecamatan Tlanakan seluas 10,5 hektar dengan jumlah produksi mencapai 1.843 ton.
Nurul menjelaskan, dibanding dengan data produksi tahun lalu, maka hasil produksi petambak garam Pamekasan saat ini masih separuh.
“Tapi kami yakin hingga akhir masa produksi garam nanti, akan sama, bahkan bisa lebih banyak, karena berdasarkan prakiraan cuaca musim hujan masih tinggal dua bulan lagi,” ujarnya. (ant/azt)
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments