Poltek KP Sidoarjo Kembangkan Bandeng Tanpa Duri dan Pusat Studi Mangrove

299

KKPNews, Sidoarjo – Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sidoarjo, Jawa Timur mengembangkan inovasi produk berupa Bandeng Tanpa Duri (Batari). Nama “Batari” diberikan pada peringatan Hari Nusantara Tahun 2008 di Gresik, Jawa Timur, oleh Presiden RI kala itu, Soesilo Bambang Yudhoyono.

“Saya ingin produk Batari di Poltek ini menjadi percontohan,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardijanto saat meninjau langsung tempat pengolahan Batari di Poltek KP.

Produk Batari yang dihasilkan Poltek KP antara lain Batari Asap dan Batari Crispy. Batari Asap yaitu ikan bandeng yang sudah dicabut durinya kemudian dimasukkan ke mesin pengasapan dengan suhu 80 derajat celcius untuk 3 jam pertama dan 70 derajat celcius untuk 2 jam selanjutnya.

Sementara Batari Crispy yaitu ikan bandeng yang sudah dicabut durinya lalu digoreng setengah matang dengan campuran tepung dan dimasukkan ke dalam plastik kemasan.  Untuk mengkonsumsinya, terlebih dahulu digoreng lagi selama 3-5 menit.

Salah satu keunggulan Poltek KP Sidoarjo lainnya adalah inovasi pembentukan Pusat Studi Mangrove sebagai kawasan pendidikan, konservasi, dan budidaya tambak di Stasiun Lapangan Praktik Poltek KP ini di Desa Pulokerto, Kec. Kraton Kab. Pasuruan, Jawa Timur.

Lahan tersebut mulai ditanami mangrove sejak September 2006 dan mendapatkan respon positif dari berbagai pecinta mangrove dan organisasi lingkungan dari dalam dan luar negeri.

Perusahaan dan organisasi lingkungan yang melakukan kunjungan antara lain YL. Invest. Co Ltd dan NPO Lion Mangrove Project dari Fukuoka Jepang pada Maret 2009. Dari hasil kunjungan tersebut kerja sama pengembangan perbaikan lingkungan pesisir akibat pemanasan global melalui penanaman mangrove di kawasan tambak telah disepakati. Inovasi ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekosistem mangrove di kawasan tambak dan pesisir dengan cara melakukan penanaman mangrove.

(RA)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (50.0%)
  • Terhibur (25.0%)
  • Terinspirasi (25.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments