Petugas Amankan 20.000 Ekor Benih Lobster di Lampung

82
Ilustrasi benih lobster. Dok. Humas KKP

KKPNews, Lampung – Penyelundupan benih lobster jenis mutiara dan pasir berjumlah kurang lebih 20.000 ekor berhasil digagalkan petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung bersama TNI Angkatan Laut, POS-AL Kota Agung dan Bengkunat, Polres Lampung Barat, serta PSDKP Provinsi Lampung pada Rabu (10/4).

“Benih lobster tersebut ditaksir senili kurang lebih Rp 3 miliar. Identitas pelaku diketahui memiliki inisial MS,” ungkap Kepala BKIPM Lampung, Rusnanto.

Pelaku diamankan di Dusun Siging, Pekon Pardasuka, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat.

Selain benih lobster, petugas juga menemukan 2 unit tabung oksigen, 2 unit blower, 60 toples kosong, 100 kantong plastik, dan 3 styrofoam. Barang bukti dibawa ke Polres Lampung Barat guna penyidikan lebih lanjut.

“Sedangkan untuk barang bukti benih lobster sebanyak 19.900 ekor akan dilepasliarkan di sekitar Pantai tembaka Kecamatan Pugung Tampak. Hal ini atas dasar pertimbangan kondisi benih lobster,” ungkap Rusnanto.

“Sedangkan 100 ekor lainnya dilakukan pengawetan dengan menggunakan formalin 30% sebagai barang bukti. Saat ini, pelaku masih dalam proses penyidikan,” tambahnya.

Rusnanto juga menyampaikan terimakasih atas bantuan TNI AL, Polres Lambar dan PSDKP Lampung yang telah berhasil menyelamatkan asset negara ini. Dimana sumber daya ikan tersebut apabila kalau terus menerus akan diambil tentu akan punah.

“Sesuai Peraturan Menteri (Kelautan dan Perikanan) Nomor 56 bahwa ada larangan penangkapan benih lobster, kepiting, dan rajungan. Hari ini, bayi lobster itu akan kita bawa dan lepas liarkan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, karena di sana ada konservasi alam laut insya allah terjaga benih ini sampai besar nantinya,” jelas Rusnanto. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments