Pertahankan Kualitas Bahan Baku, Supplier Perikanan Diminta Kantongi Sertifikasi CPIB

33
Ilustrasi Dok. Istimewa

KKPNews, Semarang – Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Jawa Tengah tahun ini diminta untuk meningkatkan kualitas bahan baku yang digunakan. Permintaan ini disampaikan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang.

Hal ini untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tertuang dalam  Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 52 Permen-KP/2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Penerbitan Sertifikat Cara Penanganan lkan yang Baik (CPIB) di Supplier.

Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Widodo Sumiyanto menyebut, mengurus sertifikasi bagi para supplier yang menjadi mitra kerja UPI cukup penting dilakukan guna mempertahankan kualitas bahan bakunya.

“Dengan dimilikinya sertifikasi CPIB, nantinya tentu akan memudahkan supplier masuk sebagai mitra unit pengolahan ikan. Ini karena produk hasilnya telah diakui dan mendapat jaminan dari otoritas yang berkompeten,” tuturnya di sela sosialisasi dengan 60 supplier dan UPI di Kantor BKIPM Semarang, Jalan Suratmo Manyaran, Senin (9/9).

Senada dengan hal tersebut, Kepala BKIPM Semarang, Raden Gatot Perdana juga mengimbau seluruh UPI untuk mengajak mitra kerjanya yang menyuplai bahan baku membenahi kualitas mutu ikannya.

Gatot menuturkan, upaya itu bisa menambah harga jual produk ikan seperti daging rajungan yang dilempar ke luar negeri. “Sehingga supplier bisa mendukung pemberian sertifikasi CPIB dan dapat meningkatkan daya saing terhadap produk rajungan yang dijual, pastinya juga terjamin mutunya,” tukasnya.

Sementara, Agus Siswanto, perwakilan UPI PT Muria Bahari Indonesia menurutkan, dirinya baru mempunyai  empat dari delapan supplier yang mengantongi sertifikat resmi. Menurutnya, kendalanya adalah banyak supplier yang kurang paham bagaimana harus mendaftarkan diri melalui aplikasi Online Single Submission (OSS).

“Kendala yang timbul dan masih ditemui selama kurun tiga tahun diterapkannya sertifikasi CPIB, rata-rata sulit saat masuk ke aplikasi OSS,” ucapnya.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut juga disosialisasikan kepada supplier yang hadir pendaftaran melalui aplikasi OSS yang telah dibuat semudah mungkin. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments