Perkuat Statistik Perikanan, KKP Pastikan Tiap Kabupaten Miliki Petugas Validitas

327

KKPNews, Mataram – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan siap memfasilitasi seluruh kabupaten/kota agar punya petugas data statistik yang menghimpun angka produksi. KKP akan menganggarkan petugasnya dapat mencapai seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Sekarang kami sedang menyusun program rencana kerja memfasilitasi seluruh kabupaten/kota ada petugas data statistiknya pada tahun 2017,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto di dalam kegiatan pertemuan di Mataram, Selasa (17/5).

Ia mengatakan bahwa jumlah petugas data statistik produksi perikanan budi daya belum mencapai 100 persen atau belum semua kabupaten/kota di Indonesia memiliki petugas. Hal itu disebabkan karena kurangnya sumber daya manusia (SDM) dan anggaran yang tersedia.

“Daerah-daerah gunung di Papua, itu belum ada petugasnya, kami belum sampai memberikan penganggaran untuk petugas di daerah itu,” ujarnya.

Dia juga meminta peranan penyuluh perikanan lapangan untuk ikut terlibat dalam pengumpulan data produksi perikanan budi daya sebagai salah satu bahan rujukan dalam penetapan indikator pembangunan nasional.

“Begitu pula, keterlibatan para pengusaha perikanana budidaya penting untuk mengumpulkan data yang riil, kami jamin bahwa data itu tidak untuk kepentingan yang lain,” imbuh Slamet.

Selain memfasilitasi, pihaknya akan mencoba menyinergikan dengan pejabat eselon satu karena KKP sudah menerapkan “one date” atau data yang keluar hanya lewat satu pintu, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KKP.

Direktur Produksi Usaha Budidaya KKP Balok Budiyanto mengatakan, kegiatan pertemuan ini membahas validasi data statitistik perikanan budidaya.

“Itu merupakan upaya kami menghasilkan one data yang berasal dari satu pintu. Kami berharap data tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh pihak dalam hal penetapan kebijakan, termasuk dalam setiap perencanaan kegiatan usaha hasil budi daya perikanan”, tutup Balok.

Diharapkan dari pertemuan validasi data statistik perikanan budi daya yang diikuti oleh 100 peserta dari jajaran KKP dan Dinas Kelauan dan Perikanan se-Indonesia di NTB, bisa menghasilkan data-data yang betul-betul akurat dan bisa dipakai untuk sebagai data nasional. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments