Perkuat Sektor Kelautan dengan Tiga Pilar

463
by google.com

Neraca, Jakarta – Tidak dapat dipungkiri kegiatan penyuluhan perikanan memiliki peranan penting dalam mendukung kemajuan pembangunan nasional di sektor kelautan dan perikanan serta Nawacita dan visi poros maritim dunia Kabinet Presiden Joko Widodo. Demikian juga dengan tiga pilar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang terdiri dari kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity), terutama kesejahteraan yang telah dilakukan para penyuluh perikanan sebagai agen perubahan melalui pendampingan masyarakat pelaku utama/usaha di sektor kelautan dan perikanan. Guna mempertajam peranan strategis tersebut, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) menggelar Seminar Nasional “Revitalisasi Penyuluhan Perikanan”, Kamis (8/10), di Aula Kampus STP Jurusan Penyuluhan Perikanan (Jurluhkan) Bogor, Jawa Barat, yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis Sekolah Tinggi Perikanan.

Di samping sebagai proses pembelajaran bagi taruna dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bersifat nasional, seminar ini dilatarbelakangi kegiatan penyuluhan yang tidak dapat menutup mata terhadap kecenderungan perubahan kehidupan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat sebagai sasaran kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan kelautan dan perikanan mengalami perubahan yang cukup nyata sejalan dengan pembentukan Departemen Kelautan dan Perikanan pada tahun 2000, yang saat ini bernama KKP.

Perubahan institusional paling nyata terjadi saat dibentuknya Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) pada 2005, di mana di dalamnya terdapat Pusat Pengembangan Penyuluhan, yang kemudian berubah menjadi Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Dalam perkembangan terakhir, melalui penetapan Menteri Kelautan dan Perikanan pada 10 September lalu, institusi yang menangani penyuluhan kelautan dan perikanan ini kembali mengalami perubahan menjadi Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (Pusluhdaya KP), seiring dengan perubahan BPSDM KP menjadi Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP).

Pada saat yang sama, kemajuan dan perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi harus juga menjadi bidang perhatian yang perlu dicermati oleh seluruh insan penyuluhan. Apabila dalam perkembangan kegiatan penyuluhan selama ini dikenal pendekatan LAKU (Latihan dan Kunjungan), yang kemudian berkembang menjadi LAKU SUSI (Latihan, Kunjungan, dan Supervisi), maka tidak tertutup kemungkinan pendekatan tersebut harus mengalami perkembangan dan perubahan pula, sejalan dengan perkembangan yang terjadi dalam bidang informasi dan komunikasi.

Seminar yang diselenggarakan Jurluhkan STP kali ini diarahkan untuk mengetahui sejauh mana dinamika kegiatan penyuluhan perikanan yang terjadi, serta bagaimana seyogyanya kegiatan penyuluhan perikanan dilaksanakan pada masa mendatang.

Bertindak sebagai keynote speaker seminar ini adalah Plt. Kepala BPSDMP KP Andha Fauzie Miraza. Menurut Andha, pihaknya sangat mendukung tema dari seminar nasional ini, karena peran penyuluhan perikanan merupakan salah satu penentu keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan dalam kerangka pembangunan nasional. Untuk itu diperlukan SDM kompeten berkarakter kuat, sesuai dengan tuntutan kebutuhan pengembangan ekonomi masyarakat. Atas dasar itulah seminar ini menjadi penting dalam memberikan masukan bagi KKP dan stakeholder dalam pengembangan SDM kelautan dan perikanan di Indonesia.

Ia melanjutkan, pelaku utama dan usaha, serta masyarakat pendukung kegiatan sektor kelautan dan perikanan perlu dibina dan dikembangkan agar mampu mengelola sumberdaya kelautan dan perikanan secara mandiri, kompeten, berkarakter, sadar dan peduli terhadap keberlanjutannya. Untuk itu, KKP terus berupaya memperkuat peran penyuluh perikanan sebagai konsultan, penasehat, dan pendamping masyarakat dalam mengembangkan usaha di bidang kelautan dan perikanan.

Hal ini terutama berkaitan dengan perannya sebagai agent of change, sehingga penyuluh perikanan benar-benar diharapkan dapat memacu daya saing masyarakat sehingga produktivitas, mutu dan efisiensi usahanya semakin meningkat.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga menyampaikan apresiasi terhadap penyuluh perikanan atas peran aktifnya dalam memberdayakan masyarakat kelautan dan perikanan. Peran penyuluh perikanan akan semakin penting dan strategis, terutama menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Diperlukan pembinaan intensif, sehingga masyarakat akan memiliki daya saing yang kuat untuk mampu terlibat dalam persaingan global.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments