Perketat Pengawasan, Satgas 115 Selidiki Perusahaan Yang Terlibat Tindak Pidana Perikanan

745
Satgas dan KKP

KKPNews, Jakarta – Pada 2016 mendatang, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan fokus memproteksi tiga wilayah perairan yang kerap menjadi surga pencurian ikan. Perairan tersebut yakni  Arafura, Halmahera Utara dan Natuna.

“2016 yang pertama, kita akan fokus pada perairan di Arafura, kemudian di utara Halmahera Pasifik, dan di Natuna. Karena fokus-fokus itu yang memang selama ini sangat potensial terjadi pencurian ikan”, jelas Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Widodo, yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian Satgas Illegal Fishing, saat temu wartawan, di Kantor KKP Jakarta, Senin (28/12).

Widodo juga mengatakan bahwa saat ini Satgas 115 sedang menyelidiki serta menyidik sejumlah perusahaan yang diduga melakukan tindak pidana perikanan di wilayah Indonesia Timur.

Perusahaan tersebut berada di Ambon, Avona, Wanam, dan Benjina. Adapun perusahaan yang terlibat di Avona dan Wanam wilayah Papua adalah PT AML, PT DK, PT ALS, dan PT ANTC.

“Kami menemukan masalah di antaranya perizinan usaha perikanan yang tidak sesuai, kegiatan perikanan yang tidak dilaporkan,” kata Widodo di Kementrian Kelautan dan Perikanan, Senin, 28 Desember 2015.

Sedangkan di Ambon, Satgas 115 sedang menangani kasus perikanan yang dilakukan oleh PT MBR Group dan PT BR dengan dugaan transhipment secara ilegal yang terjadi di wilayah perairan Indonesia dan di luar wilayah perairan Indonesia.

“Pelaporan kegiatan usaha perikanan tidak yang sebenarnya serta kegiatan ekspor ikan tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan,” tutur Widodo.

Untuk penanganan kasus di wilayah Maluku Utara, Ambon, dan Papua, Widodo mengungkapkan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Hal ini, menurut dia, masih berjalan untuk membuktikan unsur-unsur tindak pidana yang dilakukan,   sehingga dapat menjadi alat bukti yang cukup.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments