Perdana, Indonesia Ekspor Produk Perikanan Dari Pulau Terluar

439
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyerahkan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp 57,6 miliar pada masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

KKPNews, Sangihe – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Perum Perindo (Perikanan Indonesia) melakukan ekspor perdana dari pulau terluar, yakni Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Sebanyak 24 ton produk frozen dari ikan jenis malalugis diberangkatkan dari Pelabuhan Dagho dengan tujuan negara Jepang, Kamis (12/5).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, pihaknya telah menugaskan Perindo secara langsung untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor di masa yang akan datang.

“Saya juga mengharapkan agar seluruh nelayan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud harus mendaratkan seluruh ikan hasil tangkapannya di pelabuhan perikanan Indonesia, dan tidak melakukan penjualan di tengah laut,” ujar Susi, Kamis (12/5).

Selain melalui jalur laut, lanjut Susi, seterusnya ekspor langsung ke negara tujuan juga dilakukan melalui jalur udara dari Bandar Udara Naha di Tahuna. Sedangkan untuk kebutuhan domestik atau dalam negeri tetap akan dipenuhi baik laut melalui Bitung dan udara melalui Manado.

Ekspor perdana ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kesehatan ikan (health certificate), sebagai syarat wajib dari  produk perikanan yang akan diekspor. Pemerintah juga meneken kerjasama dengan Perindo untuk menjaga kontinuitas ekspor yang berkelanjutan. Artinya, pemerintah menghindari kegiatan ekspor ini hanya bertahan sebentar.

Sebelum melepas ekspor perdana, Susi juga meresmikan dermaga dan revitaliasi pelabuhan  dalam rangka Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT), yang dipusatkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Dagho.

Tahuna yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ini menjadi satu dari 15 pulau terluar dan kawasan perbatasan yang diprioritaskan pembangunannya sebagai sentra kelautan dan perikanan terpadu pada tahun 2016, serta menjadi salah satu gateway untuk ekspor produk perikanan di kawasan timur Indonesia. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (94.1%)
  • Terinspirasi (5.9%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments