Perairan Bintan Perlu Wilayah Konservasi, Agar Ikan Tak Dijarah

293
travel.detik.com

batampos.co.id– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan menyadari luas wilayah perairan Bintan yang mencapai lebih dari 97 persen mesti mendapat perhatian khusus. Sehingga, DKP Bintan pun menjalin kerja sama dengan Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan dari Kementerian Kelautan. Dalam kerja sama tersebut, kedua belah pihak menjajaki kemungkinan memberdayakan masyarakat untuk membentuk wilayah konservasi wilayah perairan di Bintan melalui prorgram Coremap-Coral Triangle Initiative (Coremap-CTI).

Kepala DKP Bintan, Elizar Juned mengatakan, program pembentukan konservasi wilayah perairan bukan bermaksud mengurangi luas wilayah tangkap nelayan. “Karena sebenarnya program Coremap-CTI ini lebih menegaskan batasan-batasan wilayah yang potensial untuk menangkap ikan,” jelasnya, kemarin.

Elizar melanjutkan, dalam pembentukan konservasi itu nantinya nelayan dan masyarakat sekitar sebenarnya justru lebih banyak diuntungkan. Misalnya, kata dia, zonasi budidaya yang sudah ditetapkan. Maka masyarakat sekitar bisa melarang nelayan luar yang mencoba mencari ikan di wilayah zonasi tersebut. Begitu juga misalnya zonasi wisata perairan yang diajukan oleh pemangku kepentingan di sektor wisata.

“Kalau yang d isekitar resor itu ditetapkan sebagai zonasi wisata maka artinya terumbu karang harus dijaga. Jadi selain bermanfaat di sektor wisata, populasi ikan di sana juga turut terjaga yang artinya tetap ada keberlimpahan ikan di sana,” terangnya.

Adapun Kepala UPT Kawasan Konservasi Perairan Daerah Bintan, Syarviddint Allustco menambahkan, kalau nantinya perairan Bintan ini tak lekas dibentuk kawasan konservasi, ia mengkhawatirkan potensi perikanan Bintan ini justru menjadi jarahan empuk nelayan luar Bintan yang tak bertanggung jawab.

“Karena nelayan tempatan tak bisa melarang mereka cari ikan di sana karena tak ada aturannya. Makanya perlu dikonservasikan,” katanya.

Kemudian, bila kawasan konservasi yang digegas melalui program Coremap-CTI ini bisa rampung di tahun 2018 mendatang, zona konservasi perairan Bintan tersebut bisa didaftarakan di peta laut internasional. “Sehingga sudah mengikat secara sah dan berlaku bertaraf internasional. Siapa pun jadi tak bisa semena-mena,” pungkasnya. (muf/bpos

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments