Penyelundupan Marak, BL Ilegal Diduga Berasal dari Perairan Banten

52
Dok. Mongabay

KKPNews, Merak – Maraknya aksi penyelundupan benih lobster (BL) ditenggarai terjadi karena produksi BL di alam yang tengah melimpah. Pasalnya, pada musim hujan, sekitar bulan November – April, produksi BL di alam mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Adapun pada Mei – Oktober, produksi BL biasanya menurun karena curah hujan yang sedikit.

Pelimpahan BL ini terjadi di beberapa daerah yang merupakan habitat lobster. Termasuk di pantai selatan Merak, mulai dari daerah Lebak, Banten hingga Panti Rangcecep, Pandeglang.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Merak, hanafi menyebutkan, lobster-lobster yang dihasilkan di pantai selatan Merak ini merupakan komoditas ekspor yang umumnya dikirim melalui Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Namun belakangan, aksi penyelundupan BL di berbagai daerah, termasuk di Merak ini meningkat tajam. Oleh karena itu, petugas SKIPM Merak terus meningkatkan pengawasan.

“Setiap hari kita operasi. Tiap tiga bulan operasi gabungan. Kita periksa kendaraan yang melintas di pelabuhan Merak,” tutur Hanafi sebagaimana dilansir dari Mongabay.co.id, Selasa (14/5).

Pada 2018 lalu, Kepolisian Pandeglang, Serang dan Bareskrim berhasil menggagalkan lima kali upaya penyelundupan BL lobster yang akan dikeluarkan dari Banten. Lebih dari 200.000 BL jenis pasar dan mutiara diamankan.

Menurut Hanafi, tak hanya orang Banten, pelaku terkadang juga melibatkan orang luar. Hanafi bahkan mencurigai BL yang diamankan di Jambi beberapa waktu lalu berasal dari Banten. “Waktu penangkapan itu ditemukan koran (pembungkus BL) dari media di Banten,” ujarnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments