Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp23 Miliar Berhasil Digagalkan

58
Dok. Humas BKIPM

KKPNews, Jambi –┬áStasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Polda Jambi serta Polres Tanjab Timur mengamankan dua orang pria yang akan menyelundupkan 154. 774 ekor┬ábenih lobster ke Muara Sabak, Kamis (26/9) dini hari.

Menurut Dirkrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Thein Tabero mengatakan benih lobster yang diamankan sebanyak 154.774 ekor. Sebanyak 153.400 jenis pasir dan 1.374 ekor jenis mutiara.

“Upaya pengagalan aksi penyelundupan itu atas kerja sama tim gabungan Satreskrim Polres Tanjungjabung Timur dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Perikanan (SKIPM) Jambi,” ungkapnya.

Penangkapan bermula saat polisi mendapatkan laporan adanya benih lobster yang akan diseludupkan melalui pelabuhan tikus di kawasan Ujung Jabung. Polisi lantas menyelidiki informasi tersebut dan mendapati dua kendaraan yang dicurigai membawa benih lobster di Parit III Desa Lambur, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Kemudian, petugas menemukan dua mobil beriringan dan dicurigai tengah membawa baby lobster. Petugas melakukan pemberhentian dan penggeledahan terhadap mobil Inova dibawa Elpa. Di sana petugas menemukan 10 bok dibungkus plastik warna hitam berisi baby lobster.

Selanjutnya, petugas juga melakukan penggeledahan mobil Pajero Sprot yang dibawa oleh Nanang. Petugas menemukan 10 bok berisi baby lobster. Alhasil petugas mengamankan 20 bok baby lobster. Barang bukti dilimpahkan ke BKIPM Jambi.

Subseksi Pengawasan dan Pengendalian dan Informasi BKIPM Jambi, Paiman mengatakan dengan adanya tangkapan tersbeut telah menyelamatkan sumber daya ikan. “Total nilai benih lobster yang berhasil diselamatkan setara dengan Rp23,2 miliar,” terangnya.

Benih lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan. Sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut, lobster berukuran di bawah 200 gram tidak boleh ditangkap supaya terjaga kelestariannya.

Pasal yang dilanggar yakni pasal 16 ayat 1 jo pasal 88 UU 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana diubah dengan UU No 45 tahun 2009. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments