Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp10 Miliar Berhasil Digagalkan

117
Kepolisian Resort (Polres) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 69.305 ekor benih lobster di Teluk Nilau, Tanjabbar pada Kamis (11/4). Dok. Humas BKIPM

KKPNews, Jambi – Penyelundupan benih lobster jenis mutiara dan pasir berjumlah lebih kurang lebih 69.305 ekor yang akan dikirim ke Singapura berhasil digagalkan Kepolisian Resort (Polres) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, pada Kamis (11/4). Puluhan ribu benih lobster tersebut ditemukan dikemas dalam 11 box yang siap untuk dikirimkan.

Dari penggagalan penyelundupan tersebut, nilai sumber daya ikan yang berhasil diselamatkan ditaksir sebesar Rp. 10.451.000.000.

Kapolres Tanjab Barat, AKBP A.D.G Sinaga mengungkapkan, barang bukti tersebut diamankan di daerah Teluk Nilau, Tanjabbar, dan dibawa dengan menggunakan mobil Kijang Inova. Rencananya, benih lobster itu akan dilangsir di perairan setempat menggunakan pompong dan dijemput dengan speedboat yang sudah stand by di lokasi untuk selanjutnya dibawa ke Singapura.

“Ada dua orang pelaku yang diduga sebagai pemiliknya yang sudah kita amankan. Masing-masing berinisial M dan H, warga Tanjabbar. Kini (keduanya) sedang menjalankan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Sinaga, Kamis (11/4).

Barang bukti benih lobster tersebut sudah diserahkan kepada Balai Karantina Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Provinsi Jambidan direncanakan untuk dilepasliarkan ke habitat lobster di pantai Pangandaran, Jawa Barat.

“Sesuai Peraturan Menteri (Kelautan dan Perikanan) Nomor 56 bahwa ada larangan penangkapan benih lobster, kepiting, dan rajungan. Hari ini, bayi lobster itu akan kita bawa dan lepas liarkan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, karena di sana ada konservasi alam laut. Insya allah terjaga benih ini sampai besar nantinya,” ujar Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Jambi, Ade Samsudin.

Ia menyatakan, mulai dari tahun 2017 hingga 2019 telah ditemukan kurang lebih 9 kali penyelundupan benih lobster yang berhasil diamankan oleh pihaknya.

Sementara itu, pihak kepolisian Jambi telah berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak dua kali sejak Januari 2019.

Sebagai informasi, bayi lobster jenis mutiara bernilai sekitar Rp200.000 per ekor sedangkan bayi lobster jenis pasir berniali sekitar Rp150.000 per ekor di Singapura.

“Dengan demikian, total (nilai) 69.305 ekor bayi lobster yang ditangkap kali ini berhasil menyelamatkan kerugian negara sekitar Rp10,45 miliar,” jelasnya.

Sebagai upaya memberantas kasus penyelundupan benih lobster di Jambi, lanjut Ade, pihak SKIPM Jambi tetap melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian. “SKIPM Jambi terus melakukan pemantauan jalur-jalur penyelundupan benih lobster dari Kota Jambi ke pesisir pantai timur Jambi,” tutupnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (60.0%)
  • Marah (40.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments