Penjelasan KKP Soal Ikan Terdampar di Pantai Maluku Tengah

73

KKPNews, Jakarta – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikana (KKP) menduga fenomena ikan hidup terdampar di pantai Maluku Tengah, Minggu (15/3) lalu, bukan akibat gejala alam. Apalagi pertanda akan datangnya gempa seperti kekhawatiran warga setempat.

Kepala BKIPM Ambon, Ashari Syarief, mengatakan ikan-ikan itu naik ke kawasan pesisir diduga akibat aktivitas predator. Ini merujuk dari ikan-ikan yang terdampar di patai dan menjadi serbuan warga didominasi oleh ikan kembang dan kawalinya (ikan khas Teluk Ambon) berukuran kecil.

“Kejadian ini sebabkan oleh aktivitas ikan predator. Ada ikan Bubara atau Ikan Kuwe dan Ikan Baracuda yang memangsa ikan-ikan kecil yang berada di area perairan Pantai Liang,” kata Ashari saat dimintai konfirmasi dari Jakarta, Selasa (17/3).

Ashari mengaku mendapatkan laporan dari warga Pantai Liang, Minggu siang sekitar pukul 12.00 WIT, bahwa banyak ikan yang naik ke pesisir dalam kondisi hidup. Dia juga membenarkan kejadian ini sempat menarik perhatian pengunjung yang tengah berwisata di pantai tersebut.

Termasuk ada beberapa warga yang merasa khawatir dan mengaitkan fenomena tersebut dengan bencana alam. Bagaimana tidak, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, merupakan daerah yang terdampak cukup parah saat gempa bumi Oktober 2019 lalu.

Meski demikian, Ashari meyakinkan bahwa fenomena ikan naik ke pesisir Pantai Liang, Minggu lalu, bukan pertanda gempa, apalagi tsunami. Hal ini karena tidak gempa sebelum kejadian dan air laut juga tidak surut secara mendadak. “Air malah sedang pasang,” kata Ashari.

“Jadi tidak ada hubungannya dengan isu gempa bumi. Hingga saat ini blum ada tanda-tanda yang lain terkait dengan kejadian tersebut,” tutupnya.

Seperti ramai diberitakan, gerombolan ikan yang masih dalam keadaan hidup terdampar tak jauh dari dermaga penyeberangan Feri Hunimua, Maluku Tengah, Minggu siang. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh warga setempat dan sejumlah penumpang feri yang akan menyeberang ke Pulau Seram.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments