Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Berdayakan Keluarga Nelayan

18
Dok. Humas DJPT

KKPNews, Natuna – Wanita nelayan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga nelayan dan memiliki peranan yang sangat strategis terhadap ekonomi keluarga. Wanita nelayan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, namun bisa melakukan kegiatan produktif guna menambah penghasilan keluarga yang juga membutuhkan modal tambahan.

Pada rangkaian kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di PP Selat Lampa ini juga dilaksanakan kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha keluarga nelayan yang bertujuan untuk memberikan keterampilan tambahan bagi wanita nelayan untuk menambah penghasilan keluarga. “Keterlibatan 75 wanita nelayan di Pulau Tiga Barat ini diharapkan dapat menopang perekonomian keluarga dan mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar.

Program pemberdayaan keluarga nelayan dapat menjadi alternaif baru guna meningkatkan pendapatan keluarga nelayan melalui diversifikasi usaha ekonomi produktif. Pemberdayaan keluarga nelayan pada hakekatnya diarahkan untuk mengembangkan dan mematangkan berbagai potensi yang ada pada diri mereka dan potensi alam yang ada disekitarnya.

Zulficar menjelaskan, dalam pembangunan sektor hulu bidang perikanan tangkap, peran nelayan dan keluarganya sangat strategis sebagai pelaku usaha dalam aktifitas penangkapan ikan dan penanganan hasil tangkapan. Untuk itu peran pemerintah sangat penting dalam peningkatan fasilitasi usaha dan pengembangan alternatif mata pencaharian.

“Bentuk kegiatan pemberdayaan keluarga nelayan yang dilakukan berupa bimbingan teknis pengolahan produk perikanan dan kerajinan tangan dengan memanfaatkan limbah sampah plastik. Selain itu, DJPT juga memberikan 75 paket bantuan peralatan diversifikasi usaha kepada 75 wanita nelayan sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan usahanya,” papar Zulficar.

Pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan tangan dan ecobrick salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan wanita nelayan. Ecobrick sendiri adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik (sampah yang tak dapat diuraikan atau membutuhkan waktu lama untuk terurai) hingga benar-benar keras dan padat. Tujuan dari ecobrick sendiri adalah untuk mengurangi sampah berbahan dasar plastik serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna.

Harapannya melalui program diversifikasi usaha nelayan ini dapat mendorong dan memotivasi wanita nelayan dalam upaya menumbuhkan dan meningkatkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan kompetensinya untuk menciptakan serta mengembangkan usaha ekonomi produktif sebagai mata pencaharian alternatif.

“Semoga nelayan dapat meningkatkan kapasitas usahanya dan menumbuhkan motivasi wirausaha untuk menciptakan dan mengembangan usaha ekonomi produkif sebagai mata pencaharian alternatif,” pungkas Zulficar. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments