Pemerintah Perluas Program Pembiayaan Sektor Kelautan dan Perikanan

394
Ilustrasi. fajar.co.id

KKPNews, Malang. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Industri Perbankan serta Industri Keuangan Non Bank (IKNB) memperluas program Jaring (Jangkau, Sinergi, dan Guideline) agar nelayan dapat memiliki akses lebih ke keuangan atau perbankan sehingga dapat meningkatkan  pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan program Jaring berkembang sesuai dengan yang direncanakan selama ini, dapat dilihat dari bertambahnya pelaku usaha keuangan atau perbankan yang bergabung dengan program ini sejak diluncurkan bulan Mei lalu.

Hal ini, lanjut Muliaman, menandakan bahwa pihak-pihak terkait dalam Program Jaring telah berhasil mendorong pemahaman pelaku jasa keuangan terhadap bisnis di sektor kelautan dan perikanan sehingga kredit perbankan dan pembiayaan ke sektor ini terus mengalami peningkatan.

”Jumlah bank yang mengikuti Program Jaring sejak diluncurkan Mei lalu telah bertambah lima, menjadi 13 bank. Ini pertanda positif terhadap berjalannya Program Jaring ke depan sesuai dengan cita-cita pemerintah,” kata Muliaman dalam acara sosialisasi kelanjutan program Jaring yang diadakan di Pantai Sendang Biru, Kabupaten Malang Jawa Timur, Jumat (13/11).

Berdasarkan data OJK, realisasi penyaluran kredit baru (gross) ke sektor kelautan dan perikanan oleh bank mitra sampai dengan akhir September 2015 telah mencapai Rp 4,41 triliun atau 82,09 persen dari target agregat sebesar Rp 5,37 triliun. Beberapa bank telah mencapai dan melebihi target penyaluran kredit gross, diantaranya BRI, BTPN, dan BPD Sulselbar.

Sementara, pembiayaan untuk sektor kelautan dan perikanan dari Konsorsium Perusahaan Pembiayaan mencapai Rp 252 miliar sampai dengan Oktober 2015. Dari awal tahun hingga November 2015 Jamkrindo sebagai penjamin KUR dan UMKM sektor kelautan dan perikanan telah merealisasikan penjaminan untuk kredit dengan total plafon Rp 81,96 miliar secara nasional.

“Hingga 30 September 2015, total kredit kelautan dan perikanan mencapai Rp20,19 triliun. Tumbuh year-to-date, sejak 1 Januari 2015 sebesar 12,40% atau tumbuh 22,94% dibanding 30 September 2014 (year on year). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari pembiayaan di sektor maritim yang tumbuh 9,48% di tahun 2015 (year to date). Sementara, pertumbuhan kredit kelautan dan perikanan juga telah melebihi laju kredit seluruh industri yang tumbuh 11,09% hingga 30 September 2015,” paparnya.

Pada tahap awal Program Jaring, terdapat delapan bank mitra yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Bukopin Tbk dan PT BPD Sulselbar. Sedangkan lima bank yang menyusul menjadi bank mitra program tersebut adalah PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga, PT Bank Sinarmas Tbk dan PT BPD Jawa Timur Tbk. Selain dari perbankan, mitra Program Jaring adalah industri keuangan non bank melalui konsorsium perusahaan pembiayaan, asuransi jiwa, asuransi umum dan penjaminan.

(RP/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments