Pemerintah Lepasliarkan 150 Ekor Indukan Arwana Banjar Red

43
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina, bersama instansi terkait melakukan pelepasliaran Ikan Arwana Red Banjar di wilayah Kalimantan Selatan, Selasa (23/4). Dok. Humas BKIPM

KKPNews, Banjar –¬†Sebanyak 150 ekor indukan ikan siluk (Scleropages formosus) atau yang lebih dikenal dengan Ikan Arwana Red Banjar dilepasliarkan di perairan wilayah Kalimantan Selatan pada Selasa (23/4).

Pelepasliaran dilakukan oleh Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bersama instansi terkait seperti PT. Kresnapusaka Tirta Lestari, BBAT Mandiangan, UPTD Tahura Sultam Adam, Pemkab Banjar, BKSDA Kalsel, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan restocking benih ikan lokal sebanyak 150.000 ekor yang terdiri dari benih ikan Papuyu, Jelawat, Kelabau dan Baung.

Kepala BKIPM Rina mengungkapkan, pelepasliaran ini sebagai upaya melestarikan plasma nutfah asli Kalimantan tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya konservasi plasma nutfah asli kalimantan dimana sebelumnya di areal perairan yang sama pada tahun 2017 telah dilakukan pelepasliaran (restocking) 184 indukan arwana dengan ukuran 80 cm ke atas,” terang Rina.

“Kegiatan restocking indukan Arwana dan ikan lokal ini merupakan salah satu bentuk upaya menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dimana disamping mempertimbangkan nilai ekonomis expor ikan arwana, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab keberlanjutan,” tambahnya.

Selain itu, Rina mengingatkan bahwa ikan Arwana Red tersebut sangat bernilai ekonomis tinggi. Dimana 150 induk arwana banjar red setara dengan nilai Rp. 2,250 milyar.

Arwana Red Banjar menjadi salah satu produk unggulan export Kalimantan Selatan ke berbagai negara. PT. Kresnapusaka Tirta Lestari  adalah perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor tersebut, dan beberapa negara yang menjadi tujuan dominan ekspor arwana red banjar adalah China, Jepang, Philippines, Thailand dan Vietnam.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan, pelepasliaran ini sebagai upaya menjaga keberlangsungan keberlangsungan ekosistem hayati khususnya SDA perairan dan perikanan agar terus lestari. “Dengan melalui kegiatan ini diharapkan indukan Arwana Banjar Red yang diilepas dapat berkembangbiak dan lestari untuk menjadi warisan bagi anak cucu,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKIPM Banjarmasin, Sokhib mengatakan pelepasliaran akan dilakukan di beberapa titik. “Pelepasliaran dilakukan di Perairan Tahura Sultan Adam. Selanjutnya saya minta kepada masyarakat agar tidak ditangkap dan diburu oleh masyarakat. Beri ruang ikan-ikan tersebut untuk berkembangbiak secara alami, demi kelestarian plasma nutfah di Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Sebagai mana diketahui Ikan Arwana merupakan jenis ikan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa, selain itu ikan arwana masuk dalam daftar Appendiks I CITES dimana perdagangannya secara internasional dilarang, kecuali hasil budidaya / penangkaran. Selain itu Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 21 Tahun 2014, bahwa anak ikan arwana dengan ukuran kurang dari 12 sentimeter dilarang keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments