Pemerintah Ingatkan Pembudidaya Agar Waspadai Ancaman Penyakit “Tilapia Lake Virus”

421
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Alarm akan ancaman penyakit Tilapia Lake Virus (TiLV) telah dibunyikan oleh pemerintah. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mengingatkan para pembudidaya untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya penyakit TiLV yang mengancam ikan jenis Tilapia (Nila dan Mujair) baik yang dibudidayakan maupun di perairan umum. Saat ini, cukup banyak negarayang sudah terjangkit yaitu Israel, Ekuador, Mesir dan Kolombia sedangkan di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand dilaporkan juga telah terjangkit penyakit ini. Dengan peringatan ini diharapkan penyakit TiLV dapat dicegah masuk ke Indonesia.

“KKP terus memonitor dan mencermati perkembangan penyebaran penyakit TiLV yang sudah mulai mendekat ke Indonesia. Berbagai langkah pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah” demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat dikonfirmasi Senin (3/7).

Slamet menjelaskan bahwa langkah – langkah yang diambil diantaranya, pertama: melakukan pengetatan terhadap impor induk, calon induk maupun benih ikan Tilapia dari luar negeri khususnya dari negara – negara yang sudah terjangkit penyakit TiLV;Kedua: mengingatkan dan terus mendorong para pembudidaya agar menerapkan prinsip – prinsip cara pembenihan maupun cara budidaya ikan yang baik dengan disiplin dan ketat;Ketiga: meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup DJPB dan Dinas Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan surveilan serta monitoring penyakit TiLV; Keempat: untuk sementara tidak melakukan kegiatan penebaran benih Tilapia di perairan umum.

Penyakit TiLV pertama kali dilaporkan menyerang ikan jenis Tilapia yang ada di Danau Kinneret (Sea of Galilee) dan ikan budidaya di Israel pada tahun 2009. Beberapa tahun kemudian dilaporakan ikan Tilapia di Ekuador juga mengalami kematian massal dan diketahui bahwa ikan – ikan tersebut juga telah terjangkit penyakit TiLV. Penyakit ini disebabkan oleh serangan Orthomyxo-likevirus. Di Israel virus ini diketahui menyebabkan kerusakan otak dan sistem syaraf sedangkan di Ekuador menyebabkan kerusakan hati ikan.

Ciri – ciri ikan yang terserang TiLV, yaituTubuh ikan seluruh atau sebagian besar terlihat berwarna hitam, bola mata membengkak,korneamatamenyusutdancekung ke dalam, kulit mengalami erosi,dan jika dilihat pada bagian anatomi, rongga perut terlihatmembengkak.Dampaknya akan terjadi kematian massal ikan. Presentase kematian ikan dalam suatu tempat budidaya akibat virus ini mencapai 80-100%. Di negara asal, virus ini telah menyebabkan hancurnya budidaya Tilapia yang menjadi salah satu komoditas andalan usaha bagi masyarakat setempat.

“Virus ini sangat ganas, ikan yang terserang penyakit ini hanya mampu bertahan 4 – 7 hari setelah terinfeksi. Melihat betapa seriusnya penyakit ini, maka pemerintah berharap pembudidaya dapat segera melaporkan kepada dinas, penyuluh atau UPT terdekat jika ada kematian massal dan tiba – tiba terhadap usaha budidaya Nila atau Mujair yang dikembangkannya” demikian Slamet menghimbau. (hum_djpb)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Sedih (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments